Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENELUSURAN BANJIR PADA EMBUNG LAMBADEUK KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
Tithan Radityo - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200060146
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
627.4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Embung Lambadeuk selesai dibangun tahun 2013. Sumber air utama embung Lambadeuk berasal dari alur yang berada di kawasan pegunungan Lambadeuk yang mempunyai luas DAS sebesar ± 3,1 Km2, dengan luas genangan ± 6 Ha. Kecenderungan hujan terus menerus membuat kekhawatiran terjadi limpasan di atas tubuh embung (overtopping) sehingga air embung yang dilepas dapat membawa dampak banjir di hilir. Untuk menghitung durasi hujan jam-jaman digunakan Alternating Block Method yang mengkonversi hujan jam-jaman. Perlu dilakukan suatu prosedur untuk menentukan waktu dan debit aliran di suatu titik pada aliran berdasarkan hidrograf yang diketahui di sebelah hulu. Maka dilakukan penelusuran banjir di embung agar dapat dihitung bentuk hidrograf banjir di bagian hilirnya menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik SCS. Analisis penelusuran banjir di embung menggunakan metode Level Pool Routing. Dengan hujan rencana periode ulang 1000 tahun sebesar 268,102 mm. Debit banjir rencana Q1000 didapat sebesar 59,772 m3/dt. Memiliki kapasitas tampungan sebesar 258.992,80 m3 pada elevasi +17,80 m. Puncak aliran masuk (inflow) sebesar 59,772 m3/dt terjadi pada jam ke 11,7. Embung dapat mereduksi aliran yang keluar (outflow) menjadi 42,552 m3/dt dan memperlambat terjadinya aliran puncak sampai pada jam ke 12,35, ketinggian air di atas pelimpah (Hd) adalah 1,6 m dengan lebar pelimpah 10 m. Dengan demikian elevasi air tertinggi berada pada + 19,40 m, jika diambil tinggi jagaan (free board) sebesar 2,0 m, maka elevasi crest embung berada pada +21,40 m. Hujan yang terus menerus tidak menyebabkan tinggi muka air embung terus menerus naik. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa saat kondisi puncak hujan, embung hanya mampu menampung jumlah debit yang mengalir sampai pada jam ke 12,35 saja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi untuk peramalan banjir dan sistem peringatan dini banjir dan mendukung program-program penanggulangan banjir baik secara fisik maupun nonfisik.
Kata kunci : embung, penelusuran banjir, level pool routing
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN DISTRIBUSI ALIRAN INTAKE KE PLTMH AKIBAT PERUBAHAN ALIRAN DI HULU SUNGAI (SUFRIZALIANSYAH, 2025)
ANALISIS KINERJA CONGESTION CONTROL TCP CUBIC DAN BBR TERHADAP SERANGAN DENIAL-OF-SERVICE (DOS) (NASYWA YUNAZIR, 2025)
THE LEVEL OF EFFECTIVENESS AND MANAGEMENT CAPACITY OF FLOOD RISK REDUCTION IN THE GAMBIA: A CASE STUDY OF NORTH BANK REGION (NBR). (Abdoulie Jonga, 2021)
IDENTIFIKASI ZONA ANCAMAN BANJIR BANDANGRNPADA DAS KRUENG TEUNGKU RNKABUPATEN ACEH BESAR (Rika Vadiya, 2014)
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI GAMPONG TELUK AMBUN KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL (Nurmimah, 2021)