<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33692">
 <titleInfo>
  <title>MODEL PRAKIRAAN KEBUTUHAN TULANGAN PADA KOMPONEN STRUKTURAL SLOOF KONSTRUKSI GEDUNG DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhariz Azmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Aceh merupakan daerah  yang rawan  terhadap  gempa  bumi. Beban akibat  gempa &#13;
bumi cenderung  menimbulkan  gaya lateral  pada struktur gedung.  Gaya lateral&#13;
langsung memberi pengaruh  terhadap  desain komponen  struktural  gedung.  Balok &#13;
sloof merupakan salah satu  komponen  struktural gedung. Perencanaan  dimensi&#13;
meliputi  penggunaan beton dan tulangan baja sebagai material sloof beton &#13;
bertulang.  Beragamnya potensi gempa bumi di Aceh menyebabkan perencanaan &#13;
dimensi perlu mempertimbangkan rasio tulangan yang digunakan di setiap &#13;
wilayah. Kondisi  ini berkaitan  dengan  proses  estimasi biaya agar anggaran  yang&#13;
terbatas  dapat digunakan secara efisien. Untuk memberikan pendekatan  bagi &#13;
sebuah estimasi, diperlukan model yang dapat memprediksikan kebutuhan &#13;
tulangan di tiap wilayah.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan variabel &#13;
kebutuhan tulangan dan model prediksi kebutuhan tulangan pada sloof.  Penelitian &#13;
ini menggunakan data proyek bangunan gedung di Provinsi Aceh dan &#13;
dikelompokkan berdasarkan daerah zonasi gempa yaitu  zona 10 dan 15. Objek &#13;
yang dikaji merupakan bangunan gedung dua lantai dari tahun 2012 sampai 2016. &#13;
Pembagian zonasi gempa merujuk pada peta zonasi gempa 2012. Model prediksi &#13;
kebutuhan tulangan sloof dianalisis dengan metode analisis regresi. Hasil yang &#13;
diperoleh dalam penelitian ini adalah  Y  = 188,744 + 0,0109  X1&#13;
–  250,721  X2&#13;
+  35,833  X3&#13;
, dengan menggunakan variabel  panjang sloof (X1&#13;
), luas penampang &#13;
(X2&#13;
)  dan spektra percepatan (X3&#13;
). Nilai koefisien determinasi (R square) yang &#13;
diperoleh adalah 66% dan nilai koefisien korelasi 0,812.&#13;
Kata kunci : bangunan gedung, sloof, model, kebutuhan tulangan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33692</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-16 16:33:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-18 10:34:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>