<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33651">
 <titleInfo>
  <title>SURVEI TANAH LONGSOR DI GUNUNG KULU JALAN BANDA ACEH-CALANG KM 40+020 KABUAPTEN ACEH BESAR MENGGUNAKAN PENGUJIAN GESER LANGSUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdul Aziz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Hujan lebat berkelanjutan pada lereng dapat menyebabkan terjadi tanah longsor. Batuan yang terletak di bagian atas dan tengah dapat mengurangi stabilitas lereng. Kelongsoran yang terjadi pada ruas jalan Banda Aceh-Calang tanggal 09 September 2016 yaitu di Km 40+020 kawasan Gunung Kulu, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar disebabkan oleh pelapukan batu basalt dan curah hujan tinggi. Kelongsoran ini menyebabkan batu dan tanah berjatuhan dari tebing keseluruh permukaan jalan dan jalur transportasi Banda Aceh-Calang putus total. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dicari solusi yang optimal  sehingga dibutuhkan suatu kajian tanah longsor terhadap pengujian geser langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya tanah longsor di Gunung Kulu berdasarkan pengujian kuat geser. Lokasi penelitian dilakukan pada lereng yang sudah terjadinya longsor. Pengujian dilapangan menggunakan metode pengukuran dengan mengamati geometrik kelongsoran termasuk mengamati bidang longsor. Di laboratorium dilakukan pengujian sifat sifat fisis dan geser langsung. Hasil di laboratorium menunjukkan bahwa pada bidang longsor memiliki jenis tanah lempung organik dengan plastisitas tinggi dan kualitas sebagai tanah dasar biasa sampai jelek. Nilai rata-rata dari sudut geser dan nilai kohesi yaitu 9,667° dan 0,563 kg/cm². kelongsoran yang terjadi oleh penyebab-penyebab tersebut diatas dapat mempengaruhi stabilitas lereng.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Gunung kulu, pelapukan batu, geometrik kelongsoran, geser langsung.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>SOILS (SURVEY)</topic>
 </subject>
 <classification>624.151</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33651</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-16 11:01:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-19 10:36:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>