<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33552">
 <titleInfo>
  <title>STUDI BIOBRIKET BATUBARA LIGNIT DENGAN PENAMBAHAN UBI KARET (MANIHOT GLAZIOVII)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chairunnisak</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Pemanfaatan biobriket batubara sebagai bahan bakar  padat belum terlalu luas &#13;
dibandingkan dengan gas  alam dan minyak bumi.  Berdasarkan hasil analisis &#13;
ultimate dan proximate, batubara memiliki nilai kalor 5349 Kkal/kg dan Ubi karet &#13;
(biomassa) memiliki nilai kalor 3319 Kkal/kg.  Bahan ubi karet  memiliki nilai &#13;
kalor rendah dan  tidak termasuk ke dalam bahan makanan karena mengandung &#13;
unsur kimia asam sianida yang bersifat racun. Penelitian ini  dilakukan  untuk &#13;
memanfaatkan biomassa menjadi biobriket yang memiliki nilai tambah , dan &#13;
menjadi energi padat yang ramah lingkungan.  Ada dua faktor untuk menentukan &#13;
kualitas biobriket yaitu  pengaruh  variasi rasio pencampuran,  pengaruh tekanan &#13;
pengepresan  dan ukuran partikel.  Pembuatan  biobriket  meliputi penghancuran, &#13;
pengeringan, pengecilan ukuran, pengayakan, pencampuran, pencetakan  dan &#13;
pengujian.  Biobriket yang dihasilkan berbentuk silinder memiliki diameter 3 cm &#13;
dengan tekanan  pengepresan  7 metrik ton.  Analisis biobriket meliputi  uji kuat &#13;
tekan, uji densitas dan relaksasi,  uji kadar air, kadar abu,  uji  zat terbang, uji &#13;
karbon tetap dan uji nilai kalor.  Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini ialah &#13;
memberikan nilai jual yang tinggi pada batubara tingkat rendah dan menjadi salah &#13;
satu alternatif produk bahan bakar padat  dan  ramah lingkungan yang dapat &#13;
digunakan oleh masyarakat untuk keperluan memasak.  Berdasarkan hasil &#13;
pengujian,  biobriket terbaik  memiliki  ukuran partikel 60 mesh. Hasil yang &#13;
diperoleh menunjukkan bahwa ukuran partikel terbaik berada pada  pencampuran &#13;
batubara dan ubi karet  dengan    rasio  9 : 1,  jumlah  nilai  kalor  tertinggi  mencapai &#13;
5146 Kkal/kg.&#13;
Kata kunci: batubara, biobriket, biomassa, uji mekanik, uji sifat fisik</note>
 <subject authority="">
  <topic>COAL</topic>
 </subject>
 <classification>662.62</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33552</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-14 16:16:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-18 11:14:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>