<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33541">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KAWIN SILANG AYAM KAMARAS DAN ALPU TERHADAP KUALITAS TELUR TETAS DAN TELUR KONSUMSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Winda Ayu Pariwangi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGARUH KAWIN SILANG AYAM KAMARAS DAN ALPU&#13;
TERHADAP KUALITAS TELUR TETAS DAN &#13;
TELUR KONSUMSI&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kawin silang ayam Kamaras dan ALPU terhadap kualitas telur tetas dan telur konsumsi. Ayam yang digunakan berjumlah 26 ekor, masing- masing 3 ekor pejantan ayam Kamaras dan ALPU tipe medium dan 10 ekor betina Ayam Kamaras dan ALPU tipe berat. Sampel telur yang digunakan dari hasil persilangan  masing-masing berjumlah 10 butir. Prosedur kawin silang ayam dilakukan dengan cara Inseminasi Buatan, dengan perbandingan 1 : 2 menggunakan pengencer NaCl fisiologis 0,9%. Selanjutnya dari hasil persilangan, telur yang dihasilkan dikumpulkan dan diamati sesuai parameter yang digunakan. Untuk telur tetas sampel telur dimasukkan kedalam inkubator selama 21 hari guna melihat ferlititas dan daya tetasnya. Telur konsumsi diamati dengan menggunakan automatic egg analyzer untuk mengukur berat telur, warna kuning telur, HU, dan grade. Analisa Uji  t  dilakukan  untuk  membandingkan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa persilangan AmAb, AmKb, KmKb dan KmAb (P0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, persilangan AmAb dan KmKb menghasilkan berat telur dan HU (Haugh Unit) paling berat dibandingkan  AmKb dan KmAb.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>POULTRY CHICKENS</topic>
 </subject>
 <classification>636.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33541</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-14 13:50:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-17 14:39:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>