PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA BERBICARA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 17 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA BERBICARA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 17 BANDA ACEH


Pengarang

Nyimas Ellis As - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206101040058

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Ellis Afnita Sari, Nyimas. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Tipe TGT
Menggunakan Media Boneka Berbicara Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS
Terpadu Siswa Kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh. Skripsi, Jurusan
Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Drs. Hasmunir, M.Si (2) Drs. Abdul Wahab Abdi, M.Si
Kata Kunci : penerapan, kooperatif, team games tourtnament, boneka, hasil belajar.

Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model yang menekankan
pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan
saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3)
Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap
model pembelajaran kooperatif tipe TGT menggunakan media boneka berbicara.
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 17 Banda Aceh yang
berjumlah 25 orang.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Soal pre-test dan posttest;

(2) pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) pengamatan keterampilan guru;
dan (4) respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual
meningkat dari 10 siswa yang tuntas pada siklus I, 22 siswa tuntas pada siklus II, dan
25 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 40%
pada siklus I, 60% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan
siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan
guru meningkat dari perolehan skor 2,78 pada siklus I dengan kategori baik, skor
3,08 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,34 pada siklus III dengan kategori
baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran kooperatif tipe TGT
menggunakan media boneka berbicara dapat dikatakan baik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK