<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33498">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Affirnando Selian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aspal porus merupakan campuran aspal dengan proporsi agregat halus yang rendah  untuk   menghasilkan  ruang  pori yang tinggi, diharapkan air genangan pada permukaan jalan yang sering terjadi terutama setelah hujan, dapat dialirkan lebih cepat melalui pori-pori menuju saluran drainase jalan. Aspal porus memiliki stabilitas yang rendah namun memiliki permeabilitas tinggi yang disebabkan oleh banyaknya rongga dalam campuran. Guna meningkatkan stabilitas pada aspal porus maka diberikan bahan tambahan yaitu gondorukem. Gondorukem merupakan hasil destilasi/penyulingan getah dari pohon Pinus merkusii yang berbentuk kepingan padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan penggunaan gondorukem sebagai bahan substitusi aspal penetrasi 60/70 terhadap campuran aspal porus berdasarkan metode Australian Asphalt Pavement Association (AAPA) yaitu terhadap stabilitas, kelelehan plastis (flow), density, kadar rongga dalam campuran (voids in mix), Marshall Quotient, permeabilitas, durabilitas, dan terhadap nilai cantabro loss (CL). Pembuatan benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO) digunakan metode AAPA  dengan parameter nilai VIM, CL dan asphalt flow down (AFD). Gradasi mengikuti gradasi terbuka dengan kadar aspal yang digunakan adalah 4,5 %; 5%; 5,5%; 6%; dan 6,5% tanpa variasi penggunaan gondorukem. Selanjutnya pengujian yang dilakukan adalah uji Marshall, dan CL untuk mendapatkan KAO. Setelah KAO diperoleh, dibuat benda uji pada KAO dan variasi ± 0,5 dari nilai KAO dengan variasi penggunaan gondorukem  sebesar 2%, 4%, 6%, dan 8% dari kadar aspal. Selanjutnya dibuat benda uji untuk pengujian permeabilitas dan durabilitas pada kadar aspal optimum terbaik. Hasil pengujian Marshall menunjukkan bahwa semakin besar persentase gondorukem semakin tinggi nilai stabilitasnya. Stabilitas tertinggi diperoleh sebesar 554,81 kg pada kadar gondorukem 8% dengan KAO terbaik 5,56%, dan nilai permeabilitas yang diperoleh sebesar 0,2212 cm/det, dengan penambahan gondorukem meningkatkan nilai stabilitas, VIM, dan CL. Semua parameternya telah memenuhi spesifikasi yang disyaratkan AAPA (2004). &#13;
&#13;
Kata kunci : Gondorukem, Aspal Penetrasi 60/70, Aspal Porus, Metode AAPA. &#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT - MATERIALS SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>620.196</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33498</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-11 14:29:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-20 08:25:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>