Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
APLIKASI METODE PENGINDERAAN JAUH MENGGUNAKAN DATA DEM SRTM DAN CITRA LANDSAT UNTUK KAJIAN PANAS BUMI DI PULAU WEH
Pengarang
Laura Vadzla H - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304107010023
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
536.5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian aplikasi metode penginderaan jauh menggunakan data DEM SRTM dan Citra Landsat telah dilakukan di Pulau Weh. DEM SRTM digunakan untuk analisis struktur sesar dan rekahan pembentuk manifestasi panas bumi melalui peta Fault Fracture Density (FFD). Kelurusan-kelurusan ditarik secara manual berdasarkan perbedaan rona warna pada shaded relief image. Jumlah dari panjang tiap kelurusan yang berada dalam satu grid (500 x 500 m) dihitung untuk diinterpolasikan menjadi sebaran anomali densitas kelurusan di Pulau Weh. Citra Landsat digunakan untuk interpretasi keadaan vegetasi dan distribusi suhu permukaan tanah di kawasan panas bumi. Sebaran vegetasi diperoleh menggunakan transformasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Distribusi suhu permukaan diperoleh dengan menggunakan metode dasar Radiative Transfer Equation (RTE). Tingkat sebaran vegetasi mempengaruhi suhu permukaan, semakin rapat vegetasi di suatu lokasi akan semakin rendah suhu permukaannya. Pola anomali densitas kelurusan digambarkan sebagai lokasi jalur masuk dan keluarnya fluida di kawasan panas bumi. Berdasarkan peta FFD, kawasan panas bumi Jaboi dan Iboih termasuk daerah anomali densitas kelurusan tertinggi yaitu 4 km/km2, hal ini menginterpretasikan bahwa kawasan tersebut memiliki sistem struktur pengontrol yang baik untuk kawasan panas bumi. Peta sebaran vegetasi di Pulau Weh terbagi atas empat klasifikasi yaitu sangat rapat (0.5 – 0.85), rapat (0.2 – 0.5), tidak rapat (0 – 0.2), dan tidak bervegetasi (-3 – 0). Kawasan panas bumi Jaboi masuk ke dalam klasifikasivegetasi tidak rapat. Kurangnya vegetasi di kawasan manifestasi panas bumi disebabkan oleh keadaan suhu yang tinggi pada permukaan tanahnya, yakni berada pada temperatur maksimum (28.7oC).
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBANDINGAN BEBERAPA ATURAN FUSI CITRA BERBASIS WAVELET PADA CITRA LANOSAT ETM (Muhammad Ilham, 2024)
MONITORING PULAU PANAS PERKOTAAN (URBAN HEAT ISLAND) BERDASARKAN PENILAIAN TEMPERATUR PERMUKAAN DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH (ZINATUL HAYATI, 2019)
PEMETAAN SEBARAN PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU MATAHARI KECAMATAN PULAU BANYAK ACEH SINGKIL (Fauzan Aulia, 2015)
IDENTIFIKASI AKTIVITAS TERMAL GUNUNG API JABOI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 7 ETM+ DAN LANDSAT 8 OLI/TIRS (JUNITA, 2022)
INTERPRETASI CITRA REMOTE SENSING SEA WIFS DAN MODIS UNTUK PENENTUAN POTENSI FISHING GROUND DI LAUT UTARA ACEH (Mirna Ria Andini, 2024)