<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33475">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN CANGKANG KEMIRI TERHADAP KEPADATAN TANAH LEMPUNG DESA LIMPOK KECAMATAN DARUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitriani Farezha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>v&#13;
ABSTRAK&#13;
Tanah lempung merupakan tanah yang sangat peka terhadap pengaruh perubahan &#13;
kadar air dan termasuk kedalam kategori tanah yang tidak stabil. Pada saat kering &#13;
tanah akan sangat keras dan sebaliknya jika tanah tersebut basah maka tanah &#13;
tersebut akan  mengembang hingga menyebab kan kepadatan tanah berkurang. &#13;
Salah satu usaha untuk meningkatkan kekuatan tanah dapat dilakukan dengan &#13;
menstabilisasi tanah dengan campuran  cangkang kemiri.  Cangkang kemiri  berasal &#13;
dari  Blangkejeren, Kabupaten  Gayo Lues.  Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk &#13;
mangetahui pengaruh penambahan Cangkang kemiri terhadap kepadatan tanah, &#13;
cangkang kemiri sebagai bahan stabilisasi kepadatan tanah lempung dengan &#13;
pengujian  standar proctor.  Pada penelitian ini, sampel tanah yang digunakan &#13;
adalah tanah terganggu  (disturbed),  yang berasal dari Desa Limpok Kecamatan &#13;
Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan yaitu &#13;
pengujian Batas Plastis, pengujian Batas Cair, pengujian Analisis Butiran, &#13;
pengujian pemadatan.  Klasifikasi tanah asli  menurut AASHTO tergolong ke dalam &#13;
A-7-6 (31) dan  menurut USCS  tergolong  ke dalam  Lempung organik dengan &#13;
plastisitas tinggi, lempung gemuk  (CH). Untuk variasi 5%, 10%, 15%, dan 20% &#13;
menurut AASHTO  tergolong ke dalam kelompok A-7-6 (30), A-7-6 (26), A-7-5 &#13;
(19), dan A-7-5 (16), Sedangkan menurut sistem USCS tanah tersebut di golongkan &#13;
ke dalam tanah  Lempung organik dengan plastisitas tinggi, lempung gemuk  (CH) &#13;
pada variasi campuran 5% dan 10% cangkang kemiri,  dan  pada variasi campuran &#13;
cangkang kemiri  15% sampai 20% digolongkan ke dalam jenis tanah lempung &#13;
organik dengan plastisitas sedang sampai tinggi (OH).  Penambahan  cangkang &#13;
kemiri  dilakukan dengan variasi  5%, 10%,  15%, dan 20% dari berat kering tanah. &#13;
Presentase kenaikan persen berat kering tanah  paling besar terjadi pada variasi &#13;
penambahan  Cangkang Kemiri  20% yaitu 2,068%. Presentase penurunan kadar air &#13;
terjadi pada penambahan cangkang kemiri variasi 20 yaitu 1,076%.&#13;
Kata Kunci : Tanah lempung, Cangkang kemiri, Pemadatan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SOILS (ENGINEERING)</topic>
 </subject>
 <classification>620.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33475</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-10 16:38:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-11 09:09:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>