Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERKEMBANGAN LEMBAGA SATUAN WILAYATUL HISBAH DI KOTA BANDA ACEH, 2000 – 2016
Pengarang
Meri Andriani - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1206101020028
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Wilayatul Hisbah adalah sebuah lembaga pengawasan pelaksanaan
Syariat Islam di provinsi Aceh. Keberadaan lembaga ini telah dicantumkan di dalam
beberapa qanun, pertama sekali dalam PERDA Nomor 5 Tahun 2000. Wilayatul Hisbah
bertugas utama melakukan sosialisasi, pengawasan dan pembinaan, sehingga
masyarakat akan merasa diberitahu, diingatkan bahkan mendapat bimbingan.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah perkembangan
Lembaga Satuan Wilayatul Hisbah di Kota Banda Aceh, 2000-2016 dan menganalisis
peran satuan lembaga Wilayatul HisbahKota Banda Aceh dalam meningkatkan
kesadaran bersyariat Islam di Kota Banda Aceh, 2000-2016.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode sejarah
yang terdiri dari lima langkah: pemilihan tema, heuristik, verifikasi, interpretasi dan
historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, wawancara,
observasi dan studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh keterangan bahwa (1) Wilayatul
Hisbah Kota Banda Aceh berdiri tahun 2005 yang bertugas untuk mengingatkan
masyarakat agar selalu taat menjalankan ajaran agama Islam dan menghindari seluruh
larangan agama. Jumlah anggotanya sejak 2005 hanya terdapat 13 orang anggota,
namun di tahun 2016 jumlah jumlah keanggotan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh,
baik sebagai pegawai kontrak maupun PNS berjumlah 60 orang dan (2) Peran Wilayatul
Hisbah untuk mengawasi terlaksananya Syari’at Islam sudah tergolong berhasil hal ini
dibuktikan semakin minimnya pelanggaran Syari’at Islam secara terang-terangan.
Upaya yang dilakukan dengan cara memberitahukan dosa-dosa yang ditimbulkan
daripelanggaran Syariat Islam tersebut. Dalam menjalankan perannya Satuan Polisi
Wilayatul Hisbah juga memberikan hukuman berupa Hukum Jinayah bagi yang
melakukan Khamar, Maisir, Khalwat, Ikhtilath, Zina, pelecehan seksual, pemerkosaan,
Qadzaf, Liwath dan Musahaqah.
Tidak Tersedia Deskripsi
RASIONALISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH SESUAI DENGAN PERAN DAN FUNGSINYA (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (RIZKI YULIANDA, 2017)
UPAYA WILAYATUL HISBAH (WH) KOTA BANDA ACEH DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERSYARIAT ISLAM BAGI REMAJA DI KOTA BANDA ACEH (Rizki Amalia, 2016)
PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM MEMBINA KEPRIBADIAN ISLAMI BAGI PELANGGAR NORMA-NORMA AGAMA (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Yahnijar, 2014)
PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM MENINGKATKAN PELAKSANAAN SYARIAT ISLAM DI KOTA LANGSA (Zulkifli Ab, 2018)
PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM MEWUJUDKAN BUSANA ISLAMI PADA PEMBUATAN VIDEOKLIP LAGU ACEH (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Syafridawati, 2016)