PENANGANAN PENYAKIT ECTHYMA CONTAGIOSA (ORF) PADA KAMBING KACANG DI PUSKESWAN BUKLOH ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENANGANAN PENYAKIT ECTHYMA CONTAGIOSA (ORF) PADA KAMBING KACANG DI PUSKESWAN BUKLOH ACEH BESAR


Pengarang

M. NAZARUDDIN R - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1402001010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PENANGANAN PENYAKIT ECTHYMA CONTAGIOSA (ORF) PADA KAMBING KACANG DI PUSKESWAN BUKLOH
ACEH BESAR

M. Nazaruddin R.
1402001010014

ABSTRAK
Observasi penyebab dan kasus orf di Aceh besar dilakukan di Kecamatan Suka Makmur, Montasik, Ingin Jaya, Simpang Tiga, Kuta Malaka, dan Darul Kamal. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui cara identifikasi penyebab ternak bisa terkena kasus orf agar dapat dilakukan penanganan penyakit orf yang efektif dan sedini mungkin. Pemantauan kasus orf pada peternakan rakyat dilakukan selama 2 bulan dan bekerjasama dengan petugas-petugas lapangan yang ada di pos-pos Kesehatan Hewan Dinas Peternakan di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Besar. Hasil studi menunjukkan bahwa banyak pengobatan di lapangan yang telah dilakukan pada ternak yang terinfeksi orf dinyatakan sembuh. Penyebab utama penyakit orf di wilayah Puskeswan Buklohadalah pemasukan ternak baru ke kandang tanpa melalui pemeriksaan dari peternak terlebih dahulu. Penyakit orfini menyerang semua ternak kambing baik jantan maupun betina pada semua umur. Namun ternak betina lebih banyak terserang karena hidup berkoloni daripada ternak jantan. Dari hasil studi ini dapat di simpulkan bahwa, pencegahan orf harus melakukan pemeriksaan fisik saat pemasukan ternak baru, pengisolasian ternak yang terinfeksi, pengobatan sedini mungkin, kebersihan ternak dan mencukupi kebutuhan gizi ternak untuk meminimalisirkan penyebaran orf ke ternak lain. kambing yang terinfeksi orf dilapangan memperlihatkan gejala klinis pada daerah permukaan tubuh yang terinfeksi yaitu daerah mulut, hidung, sekitar moncong, dan alat kelamin. Penanggulangan penyakit orf dapat dilakukan dengan cara program vaksinasi terutama didaerah endemik dan pemeliharaan ternak secara intensif.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK