<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33192">
 <titleInfo>
  <title>PERKEMBANGAN ETNIS ACEH DI KOTA TAKENGON (1950-2016)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arizka Amanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengangkat masalah tentang kedatangan etnis Aceh serta&#13;
eksistensi mereka hingga pada saat ini di Kota Takengon. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk memaparkan sejarah kedatangan mereka serta interaksi sosial mereka dengan&#13;
etnis lainnya. &#13;
Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni Metode&#13;
sejarah dengan Pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara,&#13;
yaitu wawancara dengan informan, dokumentasi pada arsip Badan Pusat Statistik,&#13;
serta observasi lapangan ke berbagai lokasi yang terdapat etnis Aceh.  Informan&#13;
dalam penelitian ini meliputi Ketua Organisasi Masyarakat Aceh Pesisir (KMAP),&#13;
orang-orang tua yang sudah cukup lama menetap di daerah tersebut, serta beberapa&#13;
informan yang terdiri dari berbagai profesi pekerjaan. Hasil dari analisis data&#13;
menunjukkan bahwa kedatangan etnis Aceh ke Kota Takengon sangat erat&#13;
hubungannya dengan budaya merantau serta adanya keinginan untuk memperbaiki&#13;
taraf hidup. &#13;
Masuknya etnis Aceh di Kota Takengon terjadi dalam beberapa periode (1)&#13;
masa pra kemerdekaan yang dimulai sejak masa kerajaan, (2) masa kemerdekaan&#13;
pada tahun 1945, (3) masa pasca kemerdekaan dari tahun 1945 hingga pada saat ini.&#13;
Kendati demikian puncak kedatangan mereka banyak terjadi pada tahun 1960-an&#13;
ketika mulai banyaknya aktifitas perdagangan di Kota Takengon. Jumlah etnis Aceh&#13;
di Kota Takengon berada diurutan ketiga setelah etnis Gayo dan etnis Jawa..&#13;
Sehingga jika dikategorikan mereka termasuk sebagai etnis minoritas. &#13;
Sektor pekerjaan mereka cukup bervariatif mulai dari pedagang, wiraswasta&#13;
hingga PNS. Banyaknya keterlibatan mereka di sektor ekonomi membuat mereka&#13;
memiliki peranan penting dalam perekonomian di Kota Takengon. Sehingga mereka&#13;
banyak tersebar di beberapa daerah Aceh Tengah terutama di perkotaan. Interaksi&#13;
etnis Aceh dengan penduduk setempat terjalin dengan baik. Hal tersebut terlihat&#13;
dengan minimnya konflik lintas etnis yang terjadi di Kota Takengon.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33192</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-07-25 10:23:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-25 10:30:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>