Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA ALIH DAYA(OUTSOURCING) BERKAITAN DENGAN UPAH MINIMUM REGIONAL PADA PT LAFARGE CEMENT INDONESIA(Studi Kasus di Kabupaten Aceh Besar)
Pengarang
Rahmadin Putra Pasaribu - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0903101010030
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
344.01
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Dalam Pasal 88 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebutkan bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan penghasilan yang layak untuk kemanusiaan. Namun, dalam kenyataannya masih ditemukan adanya pelanggaran terhadap pekerja khususnya pekerja outsourcing yang masih mendapatkan upah di bawah standar upah minimum, sebagaimana yang terjadi pada sebagian pekerja outsourcing di PT Lafarge Cement Indonesia.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan bagaimana perlindungan hukum terhadap pekerja outsourcing di PT Lafarge Cement Indonesia dalam pemenuhan upah yang layak, faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya upah pekerja outsourcing di PT Lafarge Cement Indonesia dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pekerja ousourcing di PT Lafarge Cement Indonesia untuk mendapatkan haknya sebagai pekerja dalam pemenuhan upah yang layak.
Untuk memperoleh data dalam penulisan ini dilakukan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data yang bersifat teoritis, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada sebagian pekerja outsosurcing yang belum diberikan upah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pengusaha tidak membayar upah sesuai dengan upah minimum yang ditentukan oleh Pemerintah Propinsi Aceh. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya upah pekerja outsourcing di PT Lafarge Cement Indonesia disebabkan karena perusahaan menggunakan standar upah minimum tahun 2012, dan tingginya biaya produksi perusahaan outsourcing, selain itu pekerja outsourcing juga mengalami kesulitan dalam mencari pekerja lain, serta kurangnya pemahaman pekerja outsourcing mengenai standar upah minimum regional. Upaya yang dilakukan pekerja menggunakan proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial dengan mengadakan perundingan secara musyawarah untuk mencapai mufakat, apabila perundingan tidak menghasilkan kesepakatan maka diajukan kepada Pengadilan Hubungan Industrial.
Disarankan kepada pengusaha outsourcing agar menghormati hak-hak pekerja serta melakukan pembayaran upah yang layak kepada pekerja. Kepada pekerja outsourcing agar memahami peraturan mengenai hak-hak dasar sebagai pekerja serta mengetahui prosedur dalam penyelesaian sengketa kerja. Kepada pihak Dinas Tenaga Kerja agar dapat meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan pembayaran upah minimum dan juga disarankan untuk memberikan penyuluhan kepada pekerja mengenai hak-hak pekerja dan upaya-upaya yang dapat ditempuh apabila terjadinya sengketa kerja.
Tidak Tersedia Deskripsi
KEPUASAN KERJA BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN A DAN B PADA TENAGA KERJA OUTSOURCING (WILDA LESTARI, 2020)
PELAKSANAAN KONTRAK PENGADAAN JASA OUTSOURCING ANTARA PT. PERTA ARUN GAS DENGAN PT. PAYOENG NANGGROE PASE (SUATU PENELITIAN DI LHOKSEUMAWE) (RONNY AULIA RIZKY , 2016)
GERAKAN SOSIAL KSPSI DALAM MENGADVOKASI KENAIKAN UMP 2016 DAN OUTSOURCING BURUH DI SUMATRA UTARA (SITY CHADIZAH, 2016)
PENGARUH CONFLICT HANDLING TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN OUTSOURCING PT.PLN (PERSERO) WILAYAH ACEH DAN CABANG BANDA ACEH DENGAN KEPERCAYAAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Sri Utami Winda Yanti, 2014)
ANALISIS PENGARUH TINGKAT UPAH MINIMUM REGIONAL TERHADAP JUMLAH KEBUTUHAN HIDUP MINIMUM DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (Khairul Ridha, 2020)