<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3309">
 <titleInfo>
  <title>Hubungan Dukungan Sosial terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Semester 1 Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>yenny absah hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
	Kecemasan merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang disertai dengan respon-respon psikofisiologis. Gangguan kecemasan pada usia remaja, khususnya remaja akhir memiliki prevalensi yang cukup tinggi. Dukungan sosial merupakan faktor yang dapat memberikan dampak yang menguntungkan dalam upaya menjaga kesehatan mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah  mahasiswa semester 1 Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 68 orang yang terdiri dari 34 orang dengan dukungan sosial kurang dan 34 orang dengan dukungan sosial cukup. Hasil penelitian ini didapatkan 29 orang tidak cemas, 16 orang cemas ringan, 13 orang cemas sedang dan 10 orang cemas berat. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan yaitu dengan nilai p 0,02 (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>ANXIETY-MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.852 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>3309</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-01-13 12:49:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-03-07 11:39:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>