PRIORITAS PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN PROVINSI UNTUK MENDUKUNG RENCANA INDUK PELABUHAN (RIP) ACEH DENGAN METODE ANALISIS MULTI KRITERIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PRIORITAS PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN PROVINSI UNTUK MENDUKUNG RENCANA INDUK PELABUHAN (RIP) ACEH DENGAN METODE ANALISIS MULTI KRITERIA


Pengarang

Mukhlis Ramli - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1109200060028

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Keberadaan pelabuhan-pelabuhan di Aceh memiliki peran sangat strategis dalam mendukung perekonomian sehingga tidak dapat dipisahkan dari sistem transportasi dan strategi pembangunan ekonomi, khususnya sistem jaringan jalan yang harus memberikan aksesibilitas dan mendukung jaringan prasarana laut, untuk tercapai keterpaduan antarmoda transportasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menetapkan pemilihan alternatif prioritas antara penanganan jaringan jalan provinsi eksisting (alternatif 1)dan pengembangan jaringan jalan (alternatif 2) yang mendukung Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Aceh dengan menggunakan metode Analisis Multi Kriteria (AMK) dengan pendekatan Analisys Hierarchical Process (AHP). Ruas jalan yang dikaji dalam penelitian ini adalah ruas jalan Provinsi sebagai jalan kolektor primer. Survai data yang dilakukan meliputi data primer berupa kuisioner dari 7 responden dan data sekunder diperoleh dari Dinas Bina Marga Aceh, dan dinas-dinas terkait lainnya. Dalam mengaplikasikan metode AHP diperlukan pemilihan kriterian dan sub-kriteria serta penetuan alternatif. Kriteria awal yang digunakan yaitu akomodasi terhadap kebutuhan perjalanan, keterpaduan hirarki sistem jaringan transportasi, pemerataan aksesbilitas dan koneksitas antar daerah, biaya penyediaan dan pengoperasian yang murah, efektifitas dalam mendukung pengembangan wilayah, efektifitas dalam mendukung pengembangan core business. Kriteria tersebut selanjutnya di seleksi untuk memastikan tingkat kepentingan dengan menggunakan metode Cut Off Point. Hasil analisis menunjukan bahwa kriteria yang digunakan adalah kriteria yang mempunyai nilai lebih dari batas Cut Off sebesar 2,786. Hasil perhitungan bobot serta uji konsistensi kriteria terpilih menunjukkan kriteria Efektifitas dalam mendukung pengembangan wilayah (regional development) sebesar 44,9%, kriteria Pemerataan aksesibilitas dan konektivitas antar daerah (accessibility/connectivity) sebesar 23,6%, kriteria Keterpaduan hirarki sistem jaringan jalan (hierarchical integration) dengan persentase sebesar 17,3%, dan kriteria Keterpaduan antar moda transportasi (multi-modal aspect) dengan persentase sebesar 14,2%. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa alternatif 1 yaitu penanganan jaringan jalan eksisting provinsi (Do Nothing) sebesar 50,937 dan alternatif 2 yaitu pembangunan jalan baru dan peningkatan status jalan (Do Something) sebesar 58,602. sehingga alternatif 2 (Do Something) merupakan alternatif yang diprioritaskan dalam mendukung Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Aceh.

Kata kunci : Prioritas pengembangan, Analisis Multi Kriteria (AMK)

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK