STRATEGI PENGEMBANGAN LADA (STUDI KASUS KELOMPOK TANI INDATU DI DESA BLANG PANYANG KECAMATAN MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI PENGEMBANGAN LADA (STUDI KASUS KELOMPOK TANI INDATU DI DESA BLANG PANYANG KECAMATAN MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE)


Pengarang

Auzan Syahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205102010102

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.17

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Auzan Syahmi. 1205102010102. Strategi Pengembangan Lada (Studi Kasus di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe di bawah bimbingan Irwan A, Kadir sebagai ketua dan Romano sebagai anggota.


RINGKASAN

Lada merupakan salah satu tanaman rempah-rempah yang berasal dari tanaman perkebunan yang sangat terkenal dahulu di Aceh. Khususnya petani lada di Aceh saat ini sudah mulai memperhatikan lada untuk dikembangkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan kata lain, lada menjadi komoditi primadona yang banyak diminati di perdagangan dunia. Kebutuhan lada ini banyak digunakan sebagai bumbu dapur masakan yang disebabkan berkembangnya usaha makanan, berkembangnya industri farmasi, kosmetika yang menggunakan lada sebagai salah satu bahan baku, meningkatnya konsumsi dunia, konsumsi dalam negeri semakin meningkat dengan bertambahnya produk-produk industri makanan berbasis lada. Meskipun disisi lain harga lada yang semakin meningkat dapat membuat petani lada semangat dalam mengembangkan lada. Akibat permintaan lada yang tinggi justru menyebabkan terjadinya masalah bagi petani Aceh, yaitu keterbatasan jumlah produksi lada yang dihasilkan. Salah satu dampak berkurangnya lahan pertanian adalah lahan pertanian dikonversikan menjadi non pertanian seperti perumahan, gedung dan pertokoan. Sehingga lahan pertanian menjadi berkurang dan menjadi masalah bagi petani lada sendiri dalam mengembangkan lada. Penyebab masalah lain juga yang akibat hama dan penyakit terutama penyakit layu, penyakit keriting daun serta penyakit busuk pangkal batang.
Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang di perhatikan dalam pengembangan lada, serta mengetahui strategi pengembangan lada yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Teknik pengumpulan data digunakan dengan pendekatan wawancara.
Hasil analisis menunjukkan faktor internal yang mempengaruhi usaha pengembangan lada adalah bibit, pestisida, sumber daya alam, pupuk dan sumber daya manusia. Sedangkan pada faktor eksternal meliputi pemerintah, pasar, harga, pesaing, hama dan penyakit. Berdasarkan hasil analisis SWOT didapatkan nilai IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) sebesar 1,756 dan EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary) sebesar 2,773 berada pada kuadran I , maka strategi pengembangan yang cocok untuk strategi pengembangan lada adalah strategi agresif yang artinya usaha tersebut sangat dimungkinkan untuk terus berkembang, meningkatkan pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal, dimana strategi agresif ini merupakan kondisi yang sangat menguntungkan, peluang dan kekuatan begitu besar sehingga pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada dengan maksimal.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK