EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA HISTOSOL DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. NAFASINDO KABUPATEN ACEH SINGKIL DENGAN KULTUR TRAPPING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EKSPLORASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA HISTOSOL DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. NAFASINDO KABUPATEN ACEH SINGKIL DENGAN KULTUR TRAPPING


Pengarang

Alexander Parlindung - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1005101050076

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Penelitianeksploratif ini bertujuan untuk mengetahui jumlah spora, persentase kolonisasi FMA, dan keanekaragaman FMA pada beberapa umur tanaman kelapa sawit PT. Nafasindo dengan kultur trapping. Penelitian inidilaksanakan pada Juni2016 sampai dengan Februari 2017.
Eksplorasi FMA dilakukan dengan kultur trapping menggunakan jagung sebagai tanaman inang dan beberapa media pembawa (pasir, biochar, zeolit). Sampel tanah yang digunakan berasal dari rizosfer berbagai umur kelapa sawit ( 1, 5, dan 10 tahun) dari PT. Nafasindo Aceh Singkil. Analisis data menggunakan uji Anova dan uji BNT 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sporaFMA sangat nyata dipengaruhi oleh umur tanaman kelapa sawit namun tidak nyata oleh media pembawa. Jumlah spora FMA terbanyak dijumpai pada rizosfer kelapa sawit umur 10 tahun (33,94) yang berbeda nyata dengan umur 1 tahun (14,94) , berbeda tidak nyata dengan umur 5 tahun (21,88) sedangkan berbagai mediamedia tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah spora.
Persentase kolonisasi FMA pada berbagai umur dan media tidak nyata dipengaruhi oleh umur kelapa sawit dan dan media pembawa pada kultur trapping. Kolonisasi FMA kelapa sawit berumur 1 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun tergolong rendah yaitu berturut-turut (10,44, 6,27, 23,72%). Seperti halnya umur tanaman, kolonisasi FMA pada berbagai media pembawa (pasir, biochar, zeolit) tergolong rendah.
Terdapat dua genus FMA yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit PT. Nafasindo Kabupaten Aceh Singkil, yaitu Glomus danAcaulospora dan glomus merupakan spesies yang dominan. Terdapat 7 yang spesiesFMA(glomus sp. 1, glomus sp. 2, glomus sp. 3, glomus sp. 4, glomus sp. 5, glomus sp. 6, dan Acaulospora) , dan genus Glomussp. 1 merupakan spesies dominan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK