KAJIAN APLIKASI IRIGASI TETES OTOMATIS PADA MEDIA TANAM TANAH SALIN TERHADAP TANAMAN BABY KAILAN (BRASSICA OLERACEAE VAR ACHEPALA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN APLIKASI IRIGASI TETES OTOMATIS PADA MEDIA TANAM TANAH SALIN TERHADAP TANAMAN BABY KAILAN (BRASSICA OLERACEAE VAR ACHEPALA)


Pengarang

Nurul Sahira - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1205106010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanaman pertanian yang tumbuh di lahan salin, mempunyai resiko kegagalan yang tinggi, kecuali jika lahan tersebut dikelola dengan baik sehingga pengaruh buruk dari meningkatnya kadar garam (salinitas) dengan sedikitnya intensitas hujan yang tidak dapat mencuci kadar garam dalam tanah dan air dapat dihindari. Kadar salinitas yang baik untuk tanaman sayuran berkisar 0 – 2 mS/cm. Salah satu pengelolaan lahan yang tepat untuk menurunkan salinitas tanah ialah irigasi tetes. Irigasi tetes dengan kontrol otomatis dapat meningkatkan efesiensi pemakaian air untuk kebutuhan tanaman sekaligus penurunan salinitas tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tanah salin terhadap baby kailan dengan menggunakan irigasi tetes otomatis. Penelitian ini dilakukan di Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh pengambilan sampel tanah dari Gampong Krueng Cut dianalisis di Laboratorium Tanah dan Tanaman, dan Laboratorium Fisika Tanah dan Lingkungan Fakultas Pertanian. Persiapan media tanam dengan mengambil tanah di lahan dan dipindahkan ke dalam pot dan dilakukan persiapan bibit dan penanaman. Pembuatan jaringan irigasi tetes. Kemudian, dilakukan pengkalibrasian sensor kadar air (Volumetric Water Content) dengan sensor kelembaban (vegetronic) dan penyetelan sistem irigasi tetes otomatis. Lalu, dilakukan pengamatan untuk penurunan nilai daya hantar listrik, pH, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hasil dari analisis tanah diperoleh nilai daya hantar listrik awal sebesar 5,50 mS/cm. Penurunan nilai daya hantar listrik rata – rata per fase pertumbuhan ialah pada fase awal pertumbuhan 1,81 mS/cm, fase tengah pertumbuhan 2,01 mS/cm, dan fase akhir pertumbuhan 0,77 mS/cm. Penurunan nilai daya hantar listrik berkaitan dengan efesiensi pemakaian irigasi tetes otomatis, efesiensi pemakaian air sistem irigasi tetes otomatis selama penelitian ialah sebesar 100%. Dengan efesiensi irigasi yang tinggi didapatkan rata – rata tinggi tanaman per fase awal ialah sebesar 4 cm, fase tengah 11 cm, dan fase akhir 14 cm dan jumlah daun rata – rata per fase awal ialah sebesar 6 helai, fase tengah 7 helai, dan fase akhir 8 helai. Pertumbuhan tanaman yang tidak optimal disebabkan karena nilai daya hantar listrik yang tinggi pada awal penanaman dan fase awal pertumbuhan yang mengakibatkan tanaman sulit untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK