PENERAPAN METODE REGRESI LOGISTIK BINER PADA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMILIKAN PEKERJAAN TAMBAHAN DI PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN METODE REGRESI LOGISTIK BINER PADA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMILIKAN PEKERJAAN TAMBAHAN DI PROVINSI ACEH


Pengarang

Shafira Maulina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308108010009

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pekerjaan tambahan merupakan kegiatan yang dilakukan disamping pekerjaan utama. Fenomena pekerjaan tambahan cukup banyak dipelajari para peneliti. Beragam alasan dapat mendasari seseorang untuk mencari pekerjaan tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik mereka yang memiliki pekerjaan tambahan di Provinsi Aceh serta menentukan model dengan menggunakan metode regresi logistik biner. Dari kajian tersebut diharapkan dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan pekerjaan tambahan. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Aceh tahun 2015 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kepemilikan pekerjaan tambahan di Provinsi Aceh adalah pendidikan tertinggi yang ditamatkan tingkat SMA/sederajat (odds ratio = 0,62 ; SK 95% = 0,484 – 0,813), pendidikan tertinggi yang ditamatkan tingkat SMP/sederajat (odds ratio = 0,58 ; SK 95% = 0,430 – 0,794), pendidikan tertinggi yang ditamatkan tingkat SD/sederajat (odds ratio = 0,58 ; SK 95% = 0,427 – 0,794), pendidikan tertinggi yang ditamatkan tingkat tidak/belum tamat sekolah (odds ratio = 0,70 ; SK 95% = 0,051 – 0,996), klasifikasi tempat tinggal perkotaan (odds ratio = 0,45 ; SK 95% = 0,385 – 0,541), status perkawinan kawin (odds ratio = 1,72 ; SK 95% = 1,273 – 2,335), status pekerjaan utama buruh / karyawan / pegawai ( odds ratio
= 0,74 ; SK 95% = 0,617 – 0,906), status pekerjaan utama pekerja bebas di non-pertanian (odds ratio = 0,74 ; SK 95% = 0,526 – 1,050), jenis kelamin laki-laki (odds ratio = 1,55 ; SK 95% = 1,171 – 2,059), pernah mengikuti latihan/kursus (odds ratio = 2,34 ; SK 95% = 1,808 – 3,030), gaji < 1.500.000 (odds ratio = 1,59 ; SK 95% = 1,179 – 2,162), jumlah jam kerja dalam seminggu (odds ratio = 1,57 ; SK 95% = 1,331 – 1,864), dan hubungan dengan kepala rumah tangga sebagai kepala rumah tangga (odds ratio = 2,05 ; SK 95% = 1,560 – 2,709). Mereka yang tinggal di perdesaan, dalam status kawin dan sebagai kepala rumah tangga, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan lebih tinggi, pernah mengikuti pelatihan, bergaji kecil dan bekerja di sektor pertanian cenderung memiliki pekerjaan tambahan. Variabel pernah mengikuti latihan/kursus memiliki nilai odds rasio paling tinggi yaitu sebesar 2,34, artinya responden yang pernah mengikuti latihan/kursus lebih cenderung untuk memiliki pekerjaan tambahan sebesar 2,34 kali dibandingkan responden yang tidak pernah mengikuti latihan/kursus. Model yang diperoleh menunjukkan tingkat ketepatan klasifikasi sebesar 89,3%.


Kata kunci : OR, pekerjaan tambahan, regresi logistik biner, sakernas
?

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK