MANAJEMEN RISIKO SISTEM RANTAI DINGIN BABY TUNA MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN ISM (STUDI KASUS : PT. ACEH LAMPULO JAYA BAHARI - LAMPULO, KEC. KUTA ALAM, BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MANAJEMEN RISIKO SISTEM RANTAI DINGIN BABY TUNA MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN ISM (STUDI KASUS : PT. ACEH LAMPULO JAYA BAHARI - LAMPULO, KEC. KUTA ALAM, BANDA ACEH)


Pengarang

Aldary Rachmadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204106010060

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

658.155 076

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Risiko merupakan faktor ketidakpastian yang kerap timbul dalam aliran aktivitas rantai pasok dan merugikan perusahaan. Pada perusahaan PT. Aceh Lampulo Jaya Bahari, penerapan manajemen risiko sistem rantai dingin belum dilakukan dengan maksimal. Hal ini disebabkan kurangnya pengawasan standar operasional prosedur. Untuk memecahkan permasalahan, digunakan penggabungan metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan Interpretive Structural Modeling (ISM). Manfaat penggabungan kedua metode ini adalah penilaian risiko dilakukan berdasarkan perspektif expert dan terstrukturnya keterkaitan risiko melalui pendekatan pemodelan. Total risiko yang telah teridentifikasi berjumlah 26 risiko, dan hasil penilaian risiko mendapatkan tiga nilai RPN tertinggi. Hasil dari pemodelan struktural risiko didapatkan tiga level risiko yaitu, top level, middle level dan bottom level. Pada top level terdapat 13 variabel risiko, middle level berjumlah 9 variabel risiko dan pada bottom level terdapat 4 variabel risiko.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK