ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN PASIR DI BAWAH JEMBATAN WERI-SAHAREI KABUPATEN FAKFAK, PAPUA BARAT (MENGGUNAKAN METODE KISHIDA, WHITMAN, DAN VALERA & DONOVAN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN PASIR DI BAWAH JEMBATAN WERI-SAHAREI KABUPATEN FAKFAK, PAPUA BARAT (MENGGUNAKAN METODE KISHIDA, WHITMAN, DAN VALERA & DONOVAN)


Pengarang

Selviana Fuad - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304101010129

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.151

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Papua merupakan salah satu wilayah rawan bencana, terutama gempa bumi karena Papua terletak pada pertemuan dua lempeng yaitu lempeng Pasifik dan lempeng Samudera Indo-Australia yang membentuk daerah subduksi yang dapat menimbulkan gempa. Likuifaksi adalah peristiwa berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklik pada saat gempa terjadi. Beban siklik ini menyebabkan tekanan air pori pada lapisan tanah pasir meningkat sehingga kuat geser tanah menjadi berkurang atau bahkan hilang maka berperilaku seperti fluida. Penelitian dilakukan pada Jembatan Weri-Saharei. Jembatan tersebut terletak di daerah perbatasan antara Desa Weri dan Saharei, Kecamatan Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat pada koordinat 3?13’6,84’’ LU dan 132?38’9,22’’ BT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi terjadinya likuifaksi akibat guncangan yang ditimbulkan oleh gempa bumi pada formasi lapisan pasir yang berada di bawah Jembatan Weri-Saharei. Penelitian dilakukan dengan menganalisis data CPT dengan analisis potensi likuifaksi menggunakan metode Kishida (1969), Whitman (1971), dan Valera & Donovan (1977). Magnitude gempa desain yang digunakan 5, 6, 7, dan 7,6 SR. Parameter likuifaksi metode Kishida menyatakan grafik hubungan antara nilai tahanan penetrasi standar (N) dengan nilai tegangan efektif (?’vo) dimana sebelah kanan garis batas menunjukan likuifaksi tidak terjadi dan sebelah kiri garis menunjukan likuifaksi terjadi. Hasil dari perhitungan dengan menggunakan metode Kishida mengalami likuifaksi mengalami likuifaksi pada kedalaman lapisan tanah 3,60-5,20 m; 5,80-7,20 m, serta pada kedalam 9,40-9,80 m. Parameter likuifaksi metode Whitman dipengaruhi oleh perbandingan nilai cyclic ratio (Dr) berupa garis lengkung. Daerah di atas garis kritis merupakan daerah likuifaksi sebaliknya di bawah tidak likuifaksi di atas merupakan titik kritis likuifaksi dan di bawah tidak likuifaksi. Hasil dari perhitungan dengan menggunakan metode Whitman dengan percepatan Donovan mengalami likuifaksi pada kedalaman lapisan tanah 3,60-5,20 m; 5,80-7,20 m; 9,40-9,80 m, sedangkan metode Whitman dengan percepatan Newmark dan Kawasumi pada kedalaman lapisan pasir yang ditinjau tidak terjadi likuifaksi. Parameter likuifaksi metode Valera dan Donovan adalah perbandingan nilai tahanan standar penetrasi (N-SPT) dengan nilai tahanan penetrasi kritis (Ncrit). Bila N < Ncrit berarti lapisan pasir yang ditinjau cenderung mengalami likuifaksi dan Bila N > Ncrit berarti lapisan pasir yang ditinjau cenderung tidak mengalami likuifaksi. Hasil dari perhitungan dengan menggunakan metode Valera dan Donovanpada semua lapisan pasir pada magnitude gempa desain mulai dari 5,0-7,6 SR berpotensi terjadi likuifaksi. Hasil analisis tersebut, selanjutnya dapat digunakan untuk usaha perbaikan tanah dan perencanaan konstruksi serta pembuatan DED.


Kata kunci: pasir, potensi likuifaksi, gempa, beban siklik, tekanan air pori.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK