<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32574">
 <titleInfo>
  <title>OBJEKTIVITAS SURAT KABAR HARIAN SERAMBI INDONESIA TERHADAP PEMBERITAAN KONFLIK SARA DI KABUPATEN ACEH SINGKIL (STUDI ANALISIS ISI IMPARSIALITAS PEMBERITAAN KONFLIK SARA ACEH SINGKIL EDISI 15 – 22 OKTOBER 2015)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rici Pratama Helmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini berjudul “Objektivitas Surat Kabar Harian Serambi Indonesia &#13;
Terhadap Pemberitaan Konflik SARA Di Kabupaten Aceh Singkil (Studi Analisis &#13;
Isi Imparsialitas Pemberitaan Konflik SARA Aceh Singkil Edisi 15 -22 Oktober &#13;
2015)”.  Objektivitas  dalam  pembuatan  berita  sangat  diperlukan, Hal ini  bertujuan&#13;
untuk  membuktikan  profesionalisme  wartawan  dalam  melayani  publik.  Objektif&#13;
juga  berarti  seorang  wartawan  tidak  berat  sebelah  dalam  liputannya.  Jika  meliput&#13;
dua  perselisihan yang berbeda, prinsip  cover both side  harus  dilakukan. &#13;
Kabupaten Aceh Singkil tengah di landa konflik SARA berkepanjangan mulai &#13;
dari tahun 1979 hingga 2015 adalah sebagai puncak pertikaian terkait pelanggaran &#13;
aturan pendirian gereja yang belum mendapatkan izin resmi dari  Pemerintah &#13;
Kabupaten setempat. Pertikaian ini membuat warga mengamuk dan tidak &#13;
mentolerir lagi sehingga berujung pada kerusuhan dengan membakar secara brutal &#13;
tempat peribadatan bagi kaum nasrani yang bermukim disana. Konflik ini &#13;
semakin krisis dan dramatis  setelah media turut memberitakan ke ruang publik.&#13;
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan &#13;
menggunakan analisis isi kuantitatif. Dari hasil analisis tersebut, diperoleh &#13;
gambaran yang jelas mengenai permasalahan dalam pene litian. Keberpihakam &#13;
media dalam kasus isi dilihat dari pemberitaan (berupa berita  headline) media &#13;
tersebut. Keberpihakan tersebut diukur berdasarkan indikator  impartiality, yaitu &#13;
uji netralitas dan keberimbangan pada 6 item berita. Wartawan Serambi Indonesia &#13;
sudah bersikap  netral dalam menyajikan berita. Namun untuk cover both side  dan &#13;
akses proporsional masih belum berimbang, yakni hanya melihat dari satu sisi, &#13;
sedangkan pihak-pihak yang berlawanan terlibat langsung dalam konflik tersebut &#13;
tidak terlalu di tonjolkan.&#13;
kata kunci : Objektivitas, Serambi Indonesia, Isu Konflik SARA</note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION - NEWS</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>32574</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-07-14 14:20:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-28 11:22:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>