Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PELARIAN NARAPIDANA DARI RUMAH TAHANAN NEGARA IDI ACEH TIMUR
Pengarang
Agus Munanzar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1203101010103
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
344.035 6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Agus Munanzar, PELARIAN NARAPIDANA DARI RUMAH TAHANAN
NEGARA IDI ACEH TIMUR Fakultas Hukum
Universitas Syiah Kuala (v,57) pp.,tabl.,bibl.
Ainal Hadi, S.H., M.Hum
Pasal 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan
mengatur bahwa tujuan diselenggarakan sistem permasyarakatan untuk
membentuk Warga Binaan Permasyarkatan agar menjadi manusia seutuhnya,
menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana
sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan
dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan
bertanggung jawab. Namun dalam kenyataannya masih ada narapidana yang
melarikan diri dari Rumah Tahanan Negara.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan
faktor-faktor mengenai Pelarian Narapidana dari Rumah Tahanan Negara Idi
Aceh Timur yaitu penyebab pelarian serta modus operandi narapidana melarikan
diri, akibat hukum pelarian narapidana dan upaya pencegahan pelarian
narapidana.
Data dalam penelitian skripsi ini diperoleh dari hasil penelitian
kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan, yaitu dilakukan
untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari literatur dan peraturan
perundang-undangan, sedangkan penelitian lapangan, yaitu dilakukan untuk
memperoleh data primer dengan cara mewawancarai responden dan informan
serta pengambilan data di Rumah Tahanan Negara Idi Aceh Timur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran berat yang
dilakukan narapidana berupa pelarian dari Rumah Tahanan Negara Idi Aceh
Timur dengan berbagai modus operandi. Faktor penyebab pelarian narapidana
yaitu faktor internal dan eksternal. Kebijakan hukum pidana yang ditempuh
dengan mengacu kepada tujuan pemidanaan, sebaiknya bagi narapidana yang
melarikan diri dikenakan ancaman dan sanksi pidana yang tegas, karena hukuman
disiplin yang diatur dalam Pasal 47 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tidak
menimbulkan efek jera bagi narapidana.
Disarankan perlu adanya peraturan yang mengatur secara tegas tentang
sanksi pidana terhadap narapidana yang melarikan diri dari Rumah Tahanan agar
kasus pelarian tidak banyak terjadi lagi di Indonesia. Meningkatkan jumlah dan
kualitas sumber daya manusia mengingat tugas utama dari para petugas Rutan
selain memberikan pembinaan bagi narapidana dan tahanan agar menjadi manusia
yang lebih baik dan tidak mengulangi kejahatannya, para petugas juga mempunyai
tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
2017
Tidak Tersedia Deskripsi
DISTRIBUSI KEHILANGAN PERLEKATAN JARINGANRNPERIODONTAL PADA NARAPIDANA DI CABANGRNRUMAH TAHANAN NEGARA LHOKNGARNACEH BESAR TAHUN 2015 (Syarifah Eriza , 2015)
TINGKAT PENGETAHUAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA NARAPIDANA DI CABANG RUMAH TAHANAN NEGARA LHOKNGA-ACEH BESAR (Mitra Gustinur Rahmah AP, 2015)
DUKUNGAN KELUARGA PADA NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB BANDA ACEH (HARDIATI PURNAMA S, 2017)
TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI NARAPIDANA DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B JANTHO KABUPATEN ACEH BESAR (Nurmanisa, 2016)
PENERAPAN SANKSI TERHADAP NARAPIDANA YANG MELARIKAN DIRI DARI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B TAKENGON (bintang pamungkas, 2024)