SUATU KAJIAN TERHADAP KEBEBASAN MEDIA MASSA SEBAGAI FAKTOR KRIMINOGEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SUATU KAJIAN TERHADAP KEBEBASAN MEDIA MASSA SEBAGAI FAKTOR KRIMINOGEN


Pengarang

FELA ANGRENI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0903101020135

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

343.099

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

FELA ANGRENI, SUATU KAJIAN TERHADAP KEBEBASAN MEDIA MASSA SEBAGAI FAKTOR KRIMINOGEN
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v,72) pp, bibl
Dr. Mohd. Din, S.H., M.H.

Kebebasan media massa merupakan suatu kemerdekaan pers yang dijamin dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia yaitu Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 28F, dan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers Pasal 4 ayat (1) dan (2) yang menyebutkan bahwa, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, dan terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, dan atau pelarangan penyiaran. Namun seiring dengan perkembangannya, jaminan undang-undang terhadap kebebasan media massa telah menjadikan pihak media massa tak terkendali dalam menyiarkan berita. Kebebasan media massa yang tak terkendali tersebut telah memberikan dampak lain di luar fungsinya, yaitu dampak yang dapat mempengaruhi prilaku seseorang dalam hal melakukan kejahatan.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan apakah kebebasan media massa dalam mengekspos berita-berita tentang kejahatan dapat menginspirasikan peniruan kejahatan, dan apakah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dapat mengontrol kebebasan media massa yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kejahatan di Indonesia.
Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan penelitian kepustakaan guna melengkapi data sekunder dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku, tulisan-tulisan ilmiah yang berkaitan dengan kebebasan media massa sebagai faktor kriminogen atau penyebab terjadinya kejahatan.
Berdasarkan hasil penelitian terkait yang dilakukan oleh Jatya Anuraga melalui studi lapangan tentang pengaruh media massa terhadap tingkat kejahatan, serta pengakuan para tersangka mutilasi yang terjadi pada tahun 1989 dan tahun 2008, telah menunjukkan bahwa adanya korelasi antara media massa dengan kejahatan. Penggambaran (ekspos) dari media massa tentang kejahatan secara vulgar telah menyebarkan pengetahuan tentang teknik-teknik melakukan kejahatan. Sehingga kebebasan media massa berpotensi sebagai pemicu timbulnya kejahatan. Meningkatnya kasus peyimpangan yang terjadi dikalangan pers yang berperngaruh terhadap peningkatan terjadinya kejahatan, akibat dari penyalahgunaan kebebasan media massa telah membuktikan bahwa Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers belum dapat mengontrol kebebasan media massa dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.
Disarankan kepada pihak media massa, meskipun mempunyai hak penuh atas informasi, namun dalam konteks penayangan berita mengenai kriminalitas untuk tidak terlalu bebas mengekspos berita-berita tersebut, dan kepada pemerintah untuk membuat peraturan yang lebih jelas dan spesifik mengenai kebebasan media massa dalam mempublikasikan tayangan-tayangan kriminalitas, agar kebebasan tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak media massa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK