<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32489">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN PADA BAGAN APUNG DI PERAIRAN LEUPUNG DAN KRUENG RAYA, ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FACHRUROZI AMIR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perikanan bagan apung di Kabupaten Aceh Besar khususnya di Perairan Leupung dan Krueng Raya merupakan salah satu sektor perikanan penting yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Terdapat perbedaan karakteristik alat bantu penangkapan ikan pada bagan apung yang digunakan oleh nelayan di kedua daerah tersebut. Kurangnya data dan informasi mengenai karakteristik alat bantu penangkapan dapat menjadi kendala dalam pengembangan perikanan bagan apung yang lebih maju. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi alat bantu  yang digunakan pada bagan apung di Perairan Leupung dan Krueng Raya dan pengembangan yang mungkin dilakukan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung dilapangan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan alat bantu penangkapan ikan pada bagan apung di Perairan Leupung menggunakan lampu neon dan mercury, kapasitas genset sebesar 15000 watt dan roller terbuat dari kayu bayur (Pterospermum javanicum), sedangkan di Perairan Krueng Raya menggunakan lampu neon, mercury, dan lampu celup bawah air, kapasitas genset sebesar 5000 watt dan roller terbuat dari kayu bayur (Pterospermum javanicum) dan kayu kelapa (Cocos sp.). Hasil analisis data dengan menggunakan Analitic Hierachy Process menunjukkan strategi pengembangan alat bantu penangkapan pada bagan apung di Perairan Leupung dan Krueng Raya diprioritaskan kepada modernisasi alat bantu penangkapan ikan sebesar (0,583) dan (0,579) dengan nilai konsitensi rasio sebesar 0,06 dan 0,04. Alat bantu penangkapan ikan pada bagan apung di Perairan Leupung dan Krueng Raya memungkinkan untuk dilakukan pengembangan dengan strategi berupa modernisasi alat bantu penangkapan ikan.&#13;
&#13;
Kata kunci : Lampu, Strategi pengembangan , Analitic Hierachy Process</note>
 <subject authority="">
  <topic>FISHES</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>32489</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-07-13 21:00:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-20 09:39:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>