<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32472">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maulana Fatahillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH &#13;
KONSTITUSI NOMOR 51  /  PUU  –  XIV  /  2016 &#13;
TENTANG PENGUJIAN PASAL 67 AYAT (2) &#13;
HURUF G UNDANG-UNDANG NOMOR 11 &#13;
TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN &#13;
ACEH TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR &#13;
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(v,76),pp.,bibl.,app.&#13;
ABSTRAK&#13;
Maulana Fatahillah :&#13;
2017&#13;
(Prof. Dr. Husni Jalil, S.H., M.Hum.)&#13;
Pemberlakuan Pasal 67 ayat (2) huruf g Undang-Undang Nomor 11 Tahun &#13;
2006 tentang Pemerintahan Aceh mengakibatkan hak  konstitusional mantan &#13;
narapidana untuk diplih menjadi kepala daerah menjadi terhalangi. Pokok &#13;
permasalahan studi kasus ini adalah dasar pertimbangan hakim Mahkamah &#13;
Konstitusi dalam putusan Nomor 51/PUU-XIV/2016 dan pertimbangan &#13;
Mahkamah Konstitusi terhadap  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang &#13;
pemerintahan Aceh.&#13;
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan memahami dasar &#13;
pertimbangan hakim dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 51/PUU -&#13;
XIV/2016, serta mengkaji pertimbangan Mahkamah Konstitusi terhadap Undang-&#13;
Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.&#13;
Untuk memperoleh  data  dalam studi kasus ini, metode penelitian yang &#13;
digunakan adalah metode penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang &#13;
dilakukan dengan cara  meneliti bahan-bahan pustaka atau data skunder. Bahan-&#13;
bahan tersebut kemudian disusun sistematis, dikaji, kemudian ditarik kesimpulan &#13;
dalam hubungannya dengan masalah yang akan dikaji.&#13;
Berdasarkan hasil analisis mengenai pengujian Pasal 67 ayat (2) huruf  g &#13;
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, bahwa &#13;
rakyat tidak semata-mata memikul sendiri resiko pilihannya tanpa ada persyaratan &#13;
bagi yang mencalonkan diri kepala daerah  Seperti yang dalam Pasal 1 ayat (2) &#13;
UUD NRI Tahun 1945 menyatakan; “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan &#13;
dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. Dengan ketentuan itu dapat &#13;
diartikan, bahwa pemilik kedaulatan dalam negara Indonesia ialah rakya t.&#13;
Disarankan kepada Mahkamah Konstitusi dalam memutuskan perkara ini &#13;
agar  tidak hanya melihat kerugian pemohon semata tetapi juga harus melihat &#13;
dampak yang akan terjadi pada masyarakat yang akan menanggung sendiri &#13;
pilihannya.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>32472</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-07-13 17:17:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-14 08:52:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>