<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32459">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) ANTARA KONSTRUKSI RUMAH KONVESIONAL DAN RUMAH TANPA KAYU (DESA ILIE, ULEE KARENG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M.FAHLUL RIZKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Tugas proyek akhir ini adalah bertujuan untuk membandingkan antara rencana anggaran biaya rumah konvesional dan rencana anggaran rumah tanpa kayu sehingga mengetahui hasil yang lebih efektif antara kedua nya. Pada saat ini pembangunan rumah telah meningkat pesat baik didalam pelosok desa maupun tengah perkotaan, dengan harga yang tergolong tinggi pula bagi masyarakat biasa, sehingga sulit menemukan rumah yang dapat dijangkau dan layak untuk ditinggali selain itu pembangunan rumah juga membutuhkan kayu yang sangat banyak sehingga penebangan hutan pun marak dilakukan yang berdampak buruk bagi lingkungan. Pembangunan rumah yang menjadi tinjauan dalam proyek akhir ini merupakan sebuah konstruksi utama yang tidak menggunakan bahan material kayu sehingga dapat mendukung program lingkungan hijau yang sedang digalakkan pemerintah. Rumah tersebut menggunakan konstruksi utama baja hollow. Baja hollow digunakan untuk rangka atap, kolom kusen pintu dan kusen jendela, pintu, jendela dan pengaku dinding. Penelitian proyek akhir ini bertujuan untuk membandingkan rencana anggaran biaya yang lebih rendah antara rumah tanpa kayu dan rumah konvesional sehingga volume yang didapat dihitung kedlam metode standar nasional Indonesia (SNI), sehingga memperoleh hasil besaran anggaran untuk biaya rumah tanpa kayu sebesar RP. 191.847.000,00-,. Dan anggaran untuk rumah konvesional sebesar RP. 236.698.000,00-,. Dengan selisih keduanya sebesar RP. 44.851.000,00-,. Pada hasil keduanya dapat dilihat rumah tanpa kayu lebih rendah anggaran nya 18,9% dibandingkan rumah konvesional. Kesimpulan yang diperoleh pada proyek akhir ini ialah, rumah tanpa kayu dinilai lebih menguntungkan dan hemat dari segi biaya di bandingkan rumah konvesional.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>BUILDINGS - CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BUDGETS</topic>
 </subject>
 <classification>690</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>32459</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-07-13 16:08:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-28 09:36:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>