<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32457">
 <titleInfo>
  <title>TINDAK PIDANA MEMILIKI HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE) OLEH ANGGOTA TNI DALAM BENTUK AWETAN DAN PENERAPAN HUKUMNYA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER I-01 BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Annisa Syalifa Munira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
Annisa Syaliva Munira,  TINDAK PIDANA MEMILIKI HARIMAU  &#13;
  2017 SUMATERA (Panthera Tigris Sumatrae) OLEH &#13;
ANGGOTA TNI DALAM BENTUK AWETAN&#13;
DAN PENERAPAN HUKUMNYA. &#13;
  (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Pengadilan    &#13;
Militer I-01 Banda Aceh)&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(v,70), pp., bibl. &#13;
   (Ainal Hadi, SH., M.Hum) &#13;
     Pasal 21 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi&#13;
Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya menyebutkan bahwa “setiap orang dilarang&#13;
untuk menyimpan, memiliki , memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang&#13;
dilindungi dalam keadaan mati. Undang-undang tersebut juga mengatur tentang ancaman &#13;
pidana bagi pelanggarnya dalam Pasal 40 ayat (2) menyebutkan ”barang siapa dengan&#13;
sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal&#13;
21 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling&#13;
banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Namun kenyataan di wilayah hukum&#13;
Pengadilan Militer I-01 Banda Aceh masih terdapat dua kasus kepemilikan satwa yang&#13;
dilindungi jenis Harimau Sumatera oleh anggota TNI dalam bentuk awetan dan&#13;
penjatuhan pidana yang diputuskan hakim relatif ringan.   &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab anggota TNI&#13;
memiliki Harimau Sumatera dalam bentuk awetan, pertimbangan hakim dalam&#13;
penjatuhan pidana yang relatif ringan, dan pertimbangan hakim terhadap barang bukti&#13;
kepemilikan satwa yang dilindungi jenis Harimau Sumatera. &#13;
Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library&#13;
Research) dan penelitian lapangan (Field Research). Penelitian kepustakaan dilakukan&#13;
untuk memperoleh data sekunder dengan cara membaca dan menelaah buku-buku,&#13;
perundang-undangan. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data&#13;
primer melalui wawancara dengan responden dan informan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab anggota TNI memiliki Harimau&#13;
Sumatera dalam bentuk awetan adalah disebabkan faktor jaminan hutang, faktor&#13;
pengobatan, serta kurangnya kepatuhan hukum oleh anggota TNI terhadap undangundang&#13;
&#13;
yang sudah diberlakukan. Pertimbangan Hakim dalam penjatuhan pidana yang&#13;
ralatif ringan karana terdakwa berterus terang dan menyesali perbuatan dan terdakwa&#13;
hanya menerima barang titipan tidak bermaksud untuk memiliki. Pertimbangan hakim&#13;
terhadap barang bukti kepemilikan satwa yang dilindungi jenis Harimau Sumatera&#13;
diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh untuk dilakukan&#13;
pemusnahan karena barang bukti tersebut sudah dalam keadaan rusak.  &#13;
Disarankan kepada Pengadilan Militer I-01 Banda Aceh untuk memberi hukuman&#13;
yang lebih berat mengingat Harimau Sumatera merupakan satwa yang dilindungi dalam&#13;
Undang-undang dan agar memberi efek era kepada pelaku, diharapkan kepada anggota&#13;
TNI untuk tidak menggunakan pengobatan dengan memanfaatkan satwa yang dilindungi. &#13;
Serta diharapkan kepada kepada pemerintah untuk mengembangkan program pemantauan&#13;
jangka panjang rentan tiga tahun terhadap populasi, ekologi, dan habitat, serta tingkat&#13;
ancaman terhadap Harimau Sumatera.</note>
 <subject authority="">
  <topic>CRIMINAL INVESTIGATION</topic>
 </subject>
 <classification>363.258</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>32457</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-07-13 15:59:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-20 10:16:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>