Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MODIFIKASI PAKAIAN ADAT PERKAWINAN KABUPATEN ACEH TENGGARA
Pengarang
Masniar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1206104010010
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
391.485 981 6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Masniar. 2017. Modifikasi Pakaian Adat Perkawinan Kabupaten Aceh Tenggara.
Skripsi, Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Kelurga, Fakultas Keguruan
Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing :
(1) Dra. Mukhirah, M.Pd (2) Dra. Rosmala Dewi., M.Pd
Kata Kunci : Modifikasi, Pakaian Adat
Perubahan pakaian adat Aceh Tenggara khususnya pada pakaian wanita. Dalam
pemakaian gelang, kalung, dan aksesoris lainnya sudah banyak dirubah atau
dikurangi sehingga sudah menghilangkan keasliannya, pakaian adat harus
dilestarikan dan dijaga karena itu adalah warisan suatu kabupaten dan tidak
boleh dihilangkan fungsi. Penelitian yang berjudul Modifikasi Pakaian Adat
Perkawinan Kabupaten Aceh Tenggara.Tujuan mengidentifikasi pakaian adat
tradisional Aceh Tenggara, pakaian adat yang telah dimodifikasi, perkembangan
modifikasi pakaian adat Aceh Tenggara dari segi bentuk pakaian, motif, warna,
dan perlengkapan busana dan mengetahui menyebabkan perubahan pakaian adat
Kabupaten Aceh Tenggara. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek penelitian ini sebayak 4 orang yang terdiri dari 2 tokoh
adat, 2 orang penyewa pakaian adat yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara.
Hasil penelitian bentuk pakaian wanita berwarna hitam dipenuhi bordiran Sara
Opat, belah depan dan menggunakan kancing kenop , bagian bawah (rok)
menggunakan kain songket. Sedangkan yang sudah dimodifikasi dari segi
bentuk pakaian masih sama. Hanya ada penambahan selendang diberi pita bikubiku
pada bagian pinggirnya. Dari segi bentuk bawahanya (rok) berbentuk
setegah lingkaran menggunakan bordiran yang beraturan dengan motif Sara
Opat, pinggiran dipenuhi dengan motif Embun Bekhangka, Pucuk Khebung,
Sara opat, Puter tali. Ada 4 jenis motif pada pakaian adat Alas Embun
Bekhangka, Pucuk Khebung, Sara opat, Puter tali. Perlengkapan yang
digunakan Gelang Kul, Kalung (Bogok), Bunge Sumbu. Dengan warna kuning,
merah, putih, dan hijau. Penyebab terjadinya perubahan pakaian adat Aceh
Tenggara karena mengikuti perkembangan zaman seperti dari rok suai berubah
menjadi rok setengah lingkaran agar lebih memudahkan untuk berjalan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERKEMBANGAN PAKAIAN ADAT PERKAWINAN KABUPATEN PIDIE (EVA YULIA, 2018)
KEWENANGAN MAJELIS ADAT ACEH KABUPATEN ACEH TENGGARA TERHADAP PELESTARIAN NILAI BUDAYA ADAT PEMAMANEN PADA PESTA PERKAWINAN MASYARAKAT SUKU ALAS (Hariana Alastawarni, 2025)
PENGARUH RELIGIUSITAS DAN NORMA SUBYEKTIF TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN HIJAB YANG DIMEDIASI OLEH KETERLIBATAN PAKAIAN HIJAB (STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH) (Muhammad Ikhsan Ariansyah, 2018)
REPRESENTASI NILAI-NILAI KEISLAMAN PAKAIAN ADAT ACEH DI MUSEUM ACEH (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) (AGUS MULYADI, 2022)
MEDIA PEMBELAJARAN DAN PENGENALAN PAKAIAN ADAT ACEH MENGGUNAKAN SOFTWARE BLENDER (siti fauzia hanum, 2014)