Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERTANGGUNGJAWABAN PENYIDIK POLRI DALAM MELAKUKAN PENYIDIKAN YANG TIDAK MEMENUHI UNSUR TINDAK PIDANA (SUATU PENELITIAN DI POLDA ACEH)
Pengarang
Indra Stary Pradhana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1203101010045
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
347.066
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Indra Stary Pradhana,
(2017)
PERTANGGUNGJAWABAN PENYIDIK POLRI DALAM MELAKUKAN PENYIDIKAN YANG TIDAK MEMENUHI UNSUR TINDAK PIDANA
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(iv,54) tabl.,bibl.,pp.
M. Iqbal, S.H, M.H,
Pasal 7 ayat (1) huruf g KUHAP menjelaskan bahwa penyidik berwenang memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi,kemudian juga berdasarkan Pasal 1 angka 2 KUHAP menjelaskan bahwa penyidik mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang suatu kasus tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya. Namun dalam kenyataannya wewenang yang dimiliki penyidik belum dilaksanakan secara maksimal.
Tujuan penulisan skripsi ini untuk menjelaskan pertanggung jawaban penyidik terhadap penghentian penyidik yang menimbulkan korban, hambatan-hambatan yang dihadapi penyidik didalam melakukan penyidikan dan penyimpangan yang dilakukan oleh penyidik dalam penyidikan.
Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari buku-buku dan undang-undang yang ada hubungannya dengan judul skripsi ini. Sedangkan penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer, dengan cara mewawancarai responden dan informan.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa pertanggungjawaban yang dilakukan penyidik terhadap penghentian penyidikan yang menimbulkan korban adalah dengan mencari alat bukti baru. Novum tidak serta merta dapat dilakukan begitu saja karena surat penghentian penyidikan adalah suatu produk hukum, Prapradilan merupakan satu-satunya jalan bagi masyarakat yang tidak puas terhadap SP3 yang dikeluarkan oleh penyidik. Hambatan yang dihadapi penyidik dalam melaksanakan penyidikan adalah sulitnya mendapatkan saksi ditempat kejadian, pelaku tindak pidana tertentu sangat berpengalaman dalam melakukan kejahatan, kurangnya alat bukti yang dapat dipakai dalam proes penyidikan, kurangnya sumber daya manusia , sulitnya pembuktian pada kasus tertentu. Penyimpangan yang dilakukan adalah terdakwa tidak didampingi oleh penasehat hukum seharusnya penyidik wajib memberitahu kepada terdakwa bahwa tersangka harus didampingi penasehat hukum.
Disarankan kepada pihak Kepolisian untuk lebih professional dan lebih memahami nilai-nilai hak asasi manusia sehngga hal-hal yang berbau kekerasan tidak terjadi lagi kepada tersangka pada proses penyidikan Disarankan kepada masyarakat agar dapat bekerja sama dengan pihak Kepolisian dalam menjaga ketertiban.
Tidak Tersedia Deskripsi
KOORDINASI PENYIDIK POLRI DENGAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL (PPNS) BEA DAN CUKAI DALAM TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI POLDA ACEH DAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI) (NADILA SALSABILA, 2021)
PENETAPAN STATUS TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN PADA PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH ACEH) (Tasniem Salsa Biela Putra, 2026)
PENYIDIKAN TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI POLDA ACEH) (Syarifah Sri Lidiawati, 2017)
PELAKSANAAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA MASUK ATAU KELUAR WILAYAH INDONESIA TANPA MELALUI PEMERIKSAAN IMIGRASI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM LANGSA) (MUAMMAR IZAZI, 2022)
PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DI BIDANG PERBANKAN (SUATU PENELITIAN DI DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA ACEH) (ZULFIKAR, 2015)