Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN AGRESI PADA SUPORTER SEPAK BOLA DI BANDA ACEH
Pengarang
Haris Rahmad Savijar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1207101130021
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
612.661
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Suporter sepak bola tidak dapat terpisahkan dengan kesebelasan sepak bola. Suporter sepak bola dapat memberikan dampak yang positif, namun juga dapat menimbulkan dampak negatif. Salah satu dampak negatif yang dapat ditemui pada suporter adalah agresi, seperti agresi verbal dan non verbal. Harga diri diketahui sebagai salah satu faktor yang berhubungan dengan agresi. Rendahnya harga diri akan menimbulkan perasaan negatif mengenai diri sehingga lebih memungkinkan melakukan penyerangan terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara harga diri dengan agresi pada suporter sepak bola di Banda Aceh, yang menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yaitu quota sampling dengan jumlah subjek 100 orang suporter sepak bola yang terdiri dari 89 Laki-laki dan 11 Perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala adaptasi Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dengan koefisien reliabilitas 0,567 dan skala adaptasi The Aggression Questionnaire (TAQ) dengan koefisien reliabilitas 0,847. Hasil analisa data menggunakan Pearson product-moment correlation menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar -0,189 dengan nilai p=0,059 (p>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara harga diri dengan agresi pada suporter sepak bola di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas bahwa tingkat harga diri pada suporter sepak bola di Banda Aceh tergolong sedang-tinggi, sedangkan tingkat agresinya tergolong sedang-rendah. Tidak terdapat hubungan antara kedua variabel disebabkan diantaranya karena tidak ditemukannya hal-hal yang dapat mengancam harga diri suporter, selain itu tidak tampak pula faktor-faktor (internal/ eksternal) yang dapat memicu terjadinya agresi seperti tidak terdapat provokasi yang mengarah pada frustrasi, kondisi lingkungan (stadion) yang tidak penuh sesak, serta faktor budaya berupa nilai-nilai saling menghargai.
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN KOTA BANDA ACEH (Cut Elfira, 2013)
HUBUNGAN KESEIMBANGAN DINAMIS, KOORDINASI MATA-KAKI DAN KONSENTRASI DENGAN KETERAMPILAN SEPAK BOLA PEMAIN JUNIOR KLUB PERSATI ACEH TAMIANG (DONNY PRATOMO, 2021)
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA DIRI SISWA DI SD NEGERI 1 MERDUATI BANDA ACEH (INDAH WAHYUNI, 2017)
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN HARGA DIRI PADA PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH (Rizka Qonita, 2017)
KORELASI REGULASI DIRI DENGAN MOTIF AGRESI MAHASISWA ATLET PENCAK SILAT PADA UKM IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Tulijul Laila, 2021)