Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENERAPAN UNDANG-UNDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP KEJAHATAN DIBIDANG PERBANKAN
Pengarang
Syahril - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200030075
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
345.023 22
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PENERAPAN UNDANG-UNDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP KEJAHATAN DI BIDANG PERBANKAN
Syahril*
Dr. Mohd. Din, S.H., M.H**
Dr. Mujibussalim, S.H., M.Hum***
ABSTRAK
Korupsi adalah salah satu tindak pidana yang tidak hanya dapat terjadi pada sector publik, namun bisa juga pada sector swasta seperti perbankan. Perbuatan secara melawan hukum yang dilakukan oleh pegawai, direksi, komisaris, pemegang saham, dan/atau pihak terafiliasi dengan bank yang menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara menjadi alasan pengenaan tindak pidana korupsi kepada pihak bankir yang bersangkutan.
Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana suatu kredit macet perbankan dapat dikatakan sebagai tindak pidana korupsi; untuk mengetahui berlakunya asas lex spesialis Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terhadap Undang-Undang Perbankan; dan untuk mengetahui ketepatan penerapan dakwaan tindak pidana korupsi terhadap kredit macet perbankan dikaitkan dengan asas systematische specialiteit dan Pasal 14 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Berdasarkan perumusan masalah dan tujuan penelitian, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif yang menggunakan data skunder yaitu data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis data yang berupaya memberikan gambaran secara jelas dan konkret terhadap objek yang dibahas secara kualitatif dan selanjutnya data tersebut disajikan secara deskripsi yaitu menjelaskan, menguraikan, dan menggambarkan sesuai dengan permasalahan yang erat kaitannya dengan penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Untuk dapat dikatakan sebagai tindak pidana korupsi, kasus kredit macet harus memenuhi unsur-unsur tindak pidana korupsi yang diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 UU PTPK dan unsur-unsur tersebut harus dibuktikan kebenarannya; 2) antara Undang-Undang PTPK dengan Undang-Undang Perbankan tidak terdapat hubungan lex spesialias di antara keduanya. Kedua undang-undang tersebut adalah aturan specialis karena disusun dalam aturan pidana tersendiri di luar KUHP; 3) Penerapan dakwaan tindak pidana korupsi terhadap kredit macet perbankan adalah suatu hal yang tidak tepat karena berdasarkan asas systematische specialiteit, Undang-undang Perbankan harus didahulukan pemberlakuannya dibandingkan dengan UU PTPK.
Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara proporsional dan sesuai dengan yang sebenarnya. Para penegak hukum harus mempunyai suatu persepsi yang sama tentang asas hukum lex spesialis derogate legigeneralis dan asas systematische specialiteit. Untuk ke depannya, para penegak hukum juga harus memperhatikan Pasal 14 UU PTPK agar tidak serta merta semua kasus yang dianggap dapat merugikan keuangan negara dapat dijerat dengan UU PTPK dengan alasan bahwa tindak pidana korupsi merupakan extraordinary crime sehingga penanganannya lebih diutamakan.
Kata Kunci : Korupsi dan Perbankan
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS YURIDIS TENTANG PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PELAPOR (WHISTLE BLOWER) DALAM UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN TERHADAPKASUS TINDAK PIDANA KORUPSI (ENI SURIATI, 2015)
KAJIAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PERPAJAKAN YANG BERKAITAN DENGAN TINDAK PIDANA KORUPSI (FATHURRAHMAN ALTHAF, 2019)
KEWENANGAN PENUNTUTAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI (Satria Ferry, 2019)
STUDI KOMPARATIF TERHADAP SISTEM PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM PENYELESAIAN PERKARA KORUPSI DI INDONESIA DAN SINGAPURA (Cut Rizka Rahmah, 2016)
PENERAPAN PEMBUKTIAN TERBALIK (OMKERING VAN BEWISJLAST) TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI (ALFATIH RIZKHA, 2021)