EVALUASI KAPASITAS KANTONG LUMPUR BENDUNG KEUMALA DAERAH IRIGASI BARO KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI KAPASITAS KANTONG LUMPUR BENDUNG KEUMALA DAERAH IRIGASI BARO KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH


Pengarang

Nur Aisya Amalia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304101010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Jaringan Irigasi Baro merupakan daerah irigasi teknis yang terletak di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Areal sawah yang diairi Daerah Irigasi Baro kanan seluas 8.927 ha. Sumber air utama berasal dari aliran Sungai Krueng Baro. Kondisi saluran irigasi saat ini mengalami sedimentasi pada saluran primer. Hal ini dapat dipengaruhi oleh bangunan bendung yang berbentuk Tyrol, sehingga sedimen terbawa oleh aliran menuju kantong lumpur. Salah satu upaya untuk mencegah sedimen masuk ke saluran irigasi ialah dengan mengendapkan sedimen pada kantong lumpur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas kantong lumpur Bendung Keumala. Kapasitas kantong lumpur meliputi volume, dimensi dan efisiensi kantong lumpur. Efisiensi kantong lumpur dapat dianalisa berdasarkan efisiensi pengendapan dan efisiensi pembilasan. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel sedimen menggunakan Grab Sampler pada kantong lumpur dan saluran primer. Dari hasil pengujian di Laboratorium diperoleh jenis sedimen yang terdapat di kantong lumpur bagian tengah berupa kerikil dengan massa jenis sebesar 2,676gr/cm3, bagian akhir berupa pasir halus dengan massa jenis sebesar 2,589gr/cm3 dan saluran primer berupa kerikil dengan massa jenis sebesar 2,663gr/cm3. Kecepatan endap partikel sedimen dengan diameter 0,105mm adalah 0,00856m/dtk. Dari hasil perhitungan diperoleh kapasitas kantong lumpur eksisting sebesar 2436,75m3, volume kantong lumpur dalam jangka waktu pembilasan berdasarkan volume perencanaan harus dipercepat menjadi 4 hari dengan volume sebesar 2320,704m3, sedangkan jangka waktu pembilasan berdasarkan rumus angkutan sedimen Metode Meyer-Peter Mueller kondisi eksisting dipercepat menjadi 1 hari dengan volume sebesar 1859,43 m3. Dari hasil tersebut dilakukan evaluasi terhadap jangka waktu pembilasan, sehingga diperoleh jangka waktu pembilasan 4hari sekali dengan volume sedimen sebesar 2320,704m3. Berdasarkan debit pengambilan 13,43 , diperoleh efisiensi pengendapan sedimen sebesar 75% dan efisiensi pembilasan diperoleh tegangan geser dasar sebesar 15,538 N/m2 yang mampu membilas partikel-partikel yang ukuran diameter partikelnya kurang dari 16 mm. Pada saluran primer terjadi sedimentasi, guna mengurangi masuknya sedimen ke saluran disarankan untuk membatasi kecepatan di bangunan pengatur sampai kurang lebih 1,5m/dt. Hal ini memerlukan ketelitian pada operasional buka tutup pintu.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK