UROE PEUKAN DALAM TRADISI MASYARAKAT BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UROE PEUKAN DALAM TRADISI MASYARAKAT BIREUEN


Pengarang

Amsal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210101010121

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Uroe Peukan (pasar) dalam pandangan sebagian orang adalah hanya
sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tempat para penjual dan pembeli
berkumpul. Sebenarnya, pasar adalah salah satu bentuk budaya masyarakat. Jika
ingin melihat kebudayaan suatu daerah maka pasar adalah salah satu tempat yang
dapat memberikan gambaran awal tentang budaya masyarakatnya. Barang-barang
yang dijual, masyarakat yang datang berbelanja, dan cara mereka bertransaksi
adalah salah satu wujud budaya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis tradisi uroe peukan di Bireuen dan untuk memperoleh deskripsi
secara kualitatif tentang pengaruh uroe peukan terhadap budaya transaksi.
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang merupakan
penelitian yang bertujuan memberikan gambaran secara jelas dan sistematis
terkait dengan objek yang diteliti dengan memberikan informasi dan data yang
valid dengan data dan fenomena yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
Sementara untuk data sekunder dalam bentuk buku, jurnal, dan dokumen. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kegiatan jual beli di hari pekan masih tetap
berlangsung sampai sekarang. Selain itu di hari pekan bisa memperlancar
ekonomi khususnya menengah ke bawah khususnya dalam bidang dagang.
Adapun tujuan diadakan hari pekan tidak semata-mata untuk mencari keuntungan
(ekonomi) saja dalam berdagang. Bahwa perlunya suatu fungsi dalam menjaga
tradisi yang berguna dalam pelestarian dan pelaksanaan peran masyarakat, agar
mampu tertata dan adaptasi. Perbedaan cara transaksi di hari biasa dengan hari
pekan diakibatkan karena untuk menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah
ada sebelumnya. Salah satu wujud budaya dalam masyarakat adalah cara mereka
melakukan transaksi.




Kata kunci: Tradisi, Masyarakat, dan Pasar

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK