<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="32138">
 <titleInfo>
  <title>UROE PEUKAN DALAM TRADISI MASYARAKAT BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amsal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
Uroe Peukan (pasar) dalam pandangan sebagian orang adalah hanya&#13;
sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tempat para penjual dan pembeli&#13;
berkumpul. Sebenarnya, pasar adalah salah satu bentuk budaya masyarakat. Jika &#13;
ingin melihat kebudayaan suatu daerah maka pasar adalah salah satu tempat yang&#13;
dapat memberikan gambaran awal tentang budaya masyarakatnya. Barang-barang&#13;
yang dijual, masyarakat yang datang berbelanja, dan cara mereka bertransaksi&#13;
adalah salah satu wujud budaya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan&#13;
menganalisis tradisi uroe peukan di Bireuen dan untuk memperoleh deskripsi&#13;
secara kualitatif tentang pengaruh uroe peukan terhadap budaya transaksi.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang merupakan&#13;
penelitian yang bertujuan memberikan gambaran secara jelas dan sistematis&#13;
terkait dengan objek yang diteliti dengan memberikan informasi dan data yang&#13;
valid dengan data dan fenomena yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data&#13;
yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.&#13;
Sementara untuk data sekunder dalam bentuk buku, jurnal, dan dokumen. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa kegiatan jual beli di hari pekan masih tetap&#13;
berlangsung sampai sekarang. Selain itu di hari pekan bisa memperlancar&#13;
ekonomi khususnya menengah ke bawah khususnya dalam bidang dagang.&#13;
Adapun tujuan diadakan hari pekan tidak semata-mata untuk mencari keuntungan&#13;
(ekonomi) saja dalam berdagang. Bahwa perlunya suatu fungsi dalam menjaga&#13;
tradisi yang berguna dalam pelestarian dan pelaksanaan peran masyarakat, agar&#13;
mampu tertata dan adaptasi. Perbedaan cara transaksi di hari biasa dengan hari&#13;
pekan diakibatkan karena untuk menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah&#13;
ada sebelumnya. Salah satu wujud budaya dalam masyarakat adalah cara mereka&#13;
melakukan transaksi. &#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
&#13;
Kata kunci: Tradisi, Masyarakat, dan Pasar    &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>32138</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-07-08 12:36:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-10 10:02:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>