ANALISIS PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 OLEH GURU KIMIA DI SMA NEGERI BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK KURIKULUM 2013 OLEH GURU KIMIA DI SMA NEGERI BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017


Pengarang

Zulfathur Rifka - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206103040030

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kimia (S1) / PDDIKTI : 84204

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.262

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kata Kunci: penilaian autentik, kurikulum 2013, kimia
Telah dilakukan penelitian tentang analisis pelaksanaan penilaian autentik pada kurikulum 2013 oleh guru kimia di SMA Negeri Banda Aceh tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif jenis survey. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 orang guru kimia yang ada di 5 SMA Negeri Banda Aceh yaitu SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 8, SMA Negeri 12, dan SMA Negeri 16. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa seluruh guru kimia sudah melaksanakan penilaian autentik. Guru sudah mengintegrasikan penilaian autentik pada saat proses pembelajaran yang meliputi tiga aspek kompetensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, pada kenyatannya, dari hasil kuesioner dan wawancara diketahui bahwa pelaksanaan penilaian autentik belum dilaksanakan dengan sempurna oleh sebagian guru kimia di SMA Negeri Banda Aceh. Faktor yang menghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) kurangnya pelatihan yang diikuti oleh sebagian guru. Masih ada beberapa guru yang belum pernah mengikuti pelatihan, (2) materi yang disampaikan pada saat pelatihan tidak fokus membahas tentang penilaian autentik tetapi menjelaskan seluruh aspek pada kurikulum 2013, (3) banyaknya jumlah peserta didik yang harus dinilai tiap masing-masing individu, (4) terbatasnya ketersediaan waktu untuk melakukan penilaian, dan (5) sarana dan prasarana yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK