ANALISIS DAMPAK URBANISASI TERHADAP URBAN DENSITY GRADIENT: STUDI KASUS KOTA-KOTA DI PULAU SUMATERA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS DAMPAK URBANISASI TERHADAP URBAN DENSITY GRADIENT: STUDI KASUS KOTA-KOTA DI PULAU SUMATERA


Pengarang

AUFHI ALSHA HUSNA N - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1301101010074

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS EKONOMI BISNIS UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Judul : Analisis Dampak Urbanisasi Terhadap Urban Density Gradient:
Studi Kasus Kota-Kota Di Pulau Sumatera
Nama : Aufhi Alsha Husna Nabhillah
NIM : 1301101010074
Jurusan : Ekonomi Pembangunan
Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
Pembimbing : Dr. Abd. Jamal, S.E., M.Si
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah kota-kota yang ada di
Pulau Sumatera mengikuti model Clark dan nilai dari urban density gradient. Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan juga data sekunder.
Data sekunder yakni data kepadatan penduduk yang diperoleh dari BPS (Badan
Pusat Statistik), sedangkan data primer yaitu jarak lurus yang diukur dengan
menggunakan google maps. Model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
model analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan dari
model Clark yang menyatakan kepadatan penduduk menurun dalam bentuk fungsi
eksponensial negatif dengan jarak dari CBD, cocok dengan sepuluh dari dua
belas kota yang menjadi studi kasus pada penelitian ini. Kota-kota tersebut yaitu
Kota Banda Aceh, Kota Bengkulu, Kota Binjai, Kota Dumai, Kota Jambi, Kota
Lhoksemawe, Kota Medan, Kota Metro, Kota Palembang dan Kota Pekanbaru.
Kota Bukittinggi tidak cocok dengan model Clark karena jarak dengan kepadatan
penduduk di Kota Bukitinggi memiliki hubungan yang positif, sedangkan untuk
Kota Lubuklinggau tidak memiliki hubungan antara kepadatan penduduk dengan
jarak dari CBD. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk menerapkan
kebijakan urbanisasi serta membentuk pusat-pusat pertumbuhan di daerah
perdesaan yang memiliki potensi besar, agar jumlah penduduk kota dapat
terkendali. Tidak terkendalinya penduduk kota akan menimbulkan adanya urban
sprawl, yang akan menjadi masalah rumit bagi kota sendiri.

Kata Kunci : Urbanisasi, Kepadatan Penduduk, Gradien Kepadatan Perkotaan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK