PENGARUH KERAPATAN ALUR (RILL DENSITY) PADA LAHAN YANG DITANAMI CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) TERHADAP ESTIMASI EROSI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KERAPATAN ALUR (RILL DENSITY) PADA LAHAN YANG DITANAMI CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) TERHADAP ESTIMASI EROSI


Pengarang
Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

581.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Erosi adalah suatu proses dimana tanah dihancurkan (detached) dan kemudian dipindahkan ke tempat lain oleh kekuatan air, angin, dan gravitasi. Erosi alur terjadi ketika ada konsentrasi aliran air bahkan pada lahan yang memiliki kemiringan sangat kecil. Pada konsentrasi aliran air ini akan timbul gaya laju aliran air sehingga mengikis tanah-tanah yang berada di lapisan bawahnya. Aliran air bersama tanah yang terkikis ini menimbulkan alur-alur yang dangkal pada tanah. Penanaman searah garis kemiringan lahan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya erosi alur pada suatu lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kerapatan alur (rill density) dengan variasi kemiringan lahan, intensitas hujan dan sebaran tanaman, sehingga diperoleh gambaran sejauh mana pengaruh alur terhadap erosi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hidroteknik, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala menggunakan plot uji dengan dimensi (250 x 100 x 20) cm. Intensitas hujan buatan dibuat dengan menggunakan alat rainfall simulator. Erosi lahan diukur pada setiap perlakuan kemiringan lahan 00, 3o dan 6o, intensitas hujan (468,03; 598,25 dan 701,09) mm/jam, kerapatan alur (0; 1 dan 2) m/m2 dan pada variasi sebaran tanaman 50 % tanaman (acak dan setengah) tanaman cabai (Capsicum annum L.). Hasil kalibrasi antara pengukuran erosi dan estimasi metode USLE diperoleh nilai koreksi (X) untuk tanaman cabai 0,227 (tanaman acak) dan 0,231 (tanaman setengah) dengan koefisien determinasi sebesar 0,787 (tanaman acak) dan 0,789 (tanaman setengah), dan kalibrasi antara model erosi dengan estimasi metode USLE diperoleh nilai koreksi (X) untuk tanaman cabai sebesar 0,240 (tanaman acak) dan 0,245 (tanaman setengah) dengan koefisien determinasi sebesar 0,711 (tanaman acak) dan 0,721 (tanaman setengah). Hasil diatas menunjukkan bahwa kehadiran alur dapat meningkatkan erosi lahan, sehingga diperlukan angka koreksi dalam perhitungan yang lebih tepat.


Kata kunci : erosi lahan, kerapatan alur, USLE, Capsicum annum L.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK