GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HATI TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI ISOLAT LOKAL ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HATI TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIINFEKSIKAN TRYPANOSOMA EVANSI ISOLAT LOKAL ACEH


Pengarang

Alfitra Abdi Guna - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1302101010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAH HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologis hati tikus putih jantan yang diinfeksi Trypanosoma evansi (T. evansi) isolat lokal Aceh yang terdiri dari isolat Kerbau Seulimum Aceh Besar (KSAB) dan isolat Kerbau Krueng Raya Aceh Besar (KKRAB). Sampel yang digunakan adalah hati 22 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yang masing-masing berisi sepuluh ekor tikus dan 2 ekor tikus sebagai control negatif (K0). Kelompok pertama (K1) diinfeksikan 1x105 T. evansi isolat KSAB, kelompok kedua (K2) diinfeksikan 1x105 T. evansi isolat KKRAB. Nekropsi dilakukan setelah tikus mati dan hati diambil dan dibuat preparat histologi untuk pemeriksaan histopatologis. Perubahan ditemukan pada hati tikus dari semua kelompok perlakuan kecuali kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi T. evansi menimbulkan perubahan histopatologis pada hati tikus berupa nekrosis, degenerasi, hiperemi, dan infiltrasi. Jumlah sel nekrosis terbesar ditemukan pada isolat KKRAB dengan rata-rata (78,89), sedangkan jumlah degenerasi terbesar ditemukan pada isolat KSAB dengan rata-rata (32.25). Infiltrasi sel radang paling banyak ditemukan pada isolat KKRAB (32,5%) dan hiperemi paling tinggi ditunjukkan pada isolat KSAB (83%).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK