STUDI PARENTAL CARE BURUNG BANGAU KECIL (EGRETTA GARZETTA) DI KAWASAN TIBANG, KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI PARENTAL CARE BURUNG BANGAU KECIL (EGRETTA GARZETTA) DI KAWASAN TIBANG, KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH


Pengarang

MISBAHUL JANNAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1306103010069

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Burung Bangau Kecil (Egretta garzetta) merupakan jenis burung yang berkembang biak di dekat lahan basah untuk keefektifan menjaga sarang dari predator dan mudah menjangkau makanan. Akhir-akhir ini habitat Bangau Kecil mengalami gangguan berupa peningkatan perburuan liar dan kerusakan habitat. Hal tersebut menyebabkan penurunan populasi burung ini yang disebabkan oleh sering terjadi gagal pola asuh induk terhadap anak meliputi kunjungan dan pemberian makan oleh induk kepada anaknya, sehingga terjadi rendahnya populasi anak yang sukses hidup menuju tumbuh besar. Penelitian ini berjudul Studi Parental Care Burung Bangau Kecil (Egretta garzetta) di Kawasan Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan frekuensi kunjungan induk Bangau Kecil terhadap anaknya, (2) menganalisis perbedaan perilaku pemberian makan oleh induk jantan atau betina terhadap anaknya, (3) mendeskripsikan waktu pemberian makan yang paling dominan diberikan induk Bangau Kecil terhadap anaknya. Metode dan teknik observasi dengan menggunakan focal animal sampling. Analisis data dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian diperoleh (1) untuk perbedaan frekuensi kunjungan oleh induk terhadap anaknya bernilai 0,630, (2) untuk perbedaan frekuensi pemberian makan terhadap anaknya bernilai 0,540, (3) waktu pemberian makan yang diberikan oleh induk terhadap anaknya pada pagi, siang, dan sore hari. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) tidak terdapat perbedaan frekuensi kunjungan induk bangau terhadap anaknya, (2) tidak terdapat perbedaan perilaku pemberian makan oleh induk jantan atau betina terhadap anaknya, (3) waktu pemberian makan yang paling dominan diberikan induk Bangau Kecil terhadap anaknya yaitu pada waktu sore hari.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK