Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR (STUDI KASUS DI KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR)
Pengarang
Said Muhazzir - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200210007
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Terpadu (S2) / PDDIKTI : 54145
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Terjadinya konflik pemanfaatan potensi ruang kawasan pesisir serta penyimpangan pola pemanfaatan ruang pesisir di Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar merupakan tanggung jawab dari pemerintah daerah pada khususnya sebagai pembuat kebijakan publik, kerusakan ekosistem terumbu karang dan mangrove menjadi dampak yang sangat signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat keberlanjuatan pengelolaan wilayah pesisir di Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, khususnya pada Rencana Strategis Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RSWP-3-K) yang mengacu pada Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, serta mengkaji hambatan-hambatan yang dijumpai dalam implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan model studi kasus dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap para pihak yang berkepentingan untuk mengetahui status keberlanjutan dengan menggunakan pendekatan Multi Dimensional Scaling (MDS) yang diadopsi dari program Rapfish (Rapid Appraisal of Fisheries). Hasil penelitian nenunjukkan bahwa analisis Multi Dimensional Scaling (MDS), pada 5 dimensi keberlanjutan yaitu dimensi ekologi memiliki 8 atribut dengan indek keberlanjutan (63,69%), ekonomi memiliki 8 atribut dengan indek keberlanjutan (42,75%), sosial dan budaya memiliki 10 atribut dengan indek keberlanjutan (43,64%), teknologi memiliki 9 atribut dengan indek keberlanjutan (29,41%), kelembagaan memiliki 8 atribut dengan indek keberlanjutan (47,47 %). Dapat di simpulkan Perlu percepatan proses konsep yang strategis untuk Pengelolaan Wilayah Pesisir yang berkelanjutan
Tidak Tersedia Deskripsi
KEANEKARAGAMAN DAN POLA DISTRIBUSI BIVALVIA DIKAWASAN PESISIR LAMPUYANG KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR (Rika Ramadani, 2015)
KRITERIA PEMANFAATAN RUANG DAN PENGELOLAAN WLLAYAH PESLSIR : STUDI KASUS DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Yulia Dewi Fazlina, 2024)
KERAGAMAN KUPU-KUPU YANG TERDAPAT DI GAMPONG LAMTENG PULORN NASI KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESARRNKERAGAMAN KUPU-KUPU YANG TERDAPAT DI GAMPONG LAMTENG PULORN NASI KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESARRNKERAGAMAN KUPU-KUPU YANG TERDAPAT DI GAMPONG LAMTENG PULORN NASI KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESARRNKERAGAMAN KUPU-KUPU YANG TERDAPAT DIGAMPONG LAMTENG PULO NASI KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR (Zukira, 2014)
ANALISIS KEBERLANJUTAN PERIKANAN LOBSTER MENGGUNAKAN PENDEKATAN EAFM DI KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR (AHMAD MUKMININ, 2022)
DESKRIPSI HABITAT PANULIRUS (LOBSTER) DI KAWASAN PANTAI LAMPUYANG KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR (Rudi Hermi, 2014)