<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="31647">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI PARASIT PADA BIAWAK AIR (VARANUS SALVATOR) DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hoky Deora A</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>IDENTIFIKASI PARASIT PADA BIAWAK AIR &#13;
(Varanus salvator) DI BANDA ACEH&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis parasit serta menentukan tingkat prevalensi jenis-jenis parasit pada biawak air (Varanus salvator) yang ditangkap di Banda Aceh. Biawak yang digunakan sebanyak 50 ekor dan diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Pemeriksaan ektoparasit pada permukaan tubuh dilakukan dengan cara langsung. Pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada darah dengan menggunakan metode darah apus dan teknik sentrifugasi mikrohematokrit (mHCT), sedangkan pemeriksaan feses menggunakan metode apung, sedimentasi Borray dan pembedahan saluran pencernaan dilakukan apabila didapatkan minimal 3 jenis telur cacing (1 cestoda, 1 nematoda, dan 1 trematoda). Identifikasi parasit dilakukan secara mikroskopis. Hasil pengamatan pada darah tidak ditemukan parasit. Pengamatan pada kulit didapatkan  ektoparasit Amblyomma sp dengan tingkat prevalensi 100% kategori selalu. Pengamatan pada feses ditemukan Ascaris sp dengan tingkat prevalensi 74% kategori biasa dan Stronyloides spp. dengan tingkat prevalensi 8% kategori kadang-kadang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa jenis parasit yang dapat menginfestasi biawak air (Varanus salvator) antara lain Amblyomma sp, Ascaris sp, dan Strongyloides spp. dengan tingkat prevalensi berbeda-beda.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>PARASITE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>31647</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-06-06 11:28:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-06-08 09:09:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>