<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="31533">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN YURIDIS PERNIKAHAN MELALUI QADHI LIAR (STUDI PENELITIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ratna Juita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Berdasarkan  peraturan perundang-undangan bahwa setiap pernikahan harus &#13;
dicatatkan dan  harus  menurut agama masing-masing. Dalam agama  Islam &#13;
pernikahan harus memenuhi syarat dan rukun nikah baru dikatakan sah. Salah satu &#13;
rukun nikah  ialah  adanya wali yang sah yang berhak menikahkan. Pada &#13;
praktiknya di Kabupaten Aceh Besar pernikahan  ada yang melalui  jasa  qadhi  liar &#13;
yang tidak memiliki kewenangan untuk itu. Hal inilah yang menjadi permasalahan &#13;
pokok dalam penelitian ini  yakni:  sejauhmana terjadinya pernikahan melalui &#13;
qadhi  liar di wilayah hukum Kabupaten Aceh Besar dan bagaimana akibat &#13;
hukumnya  dan Apa  yang menjadi  faktor  penyebab terjadinya pernikahan melalui &#13;
qadhi liar tersebut.&#13;
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum &#13;
empiris.  Data  primer diperoleh  dengan cara wawancara kepada  responden  yang &#13;
terlibat langsung dalam objek penelitian  ini  dan  informan  yang memberikan &#13;
informasi tentang objek yang akan diteliti. Selanjutnya data sekunder dari studi &#13;
perpustakaan, yaitu mengkaji undang-undang yang berkaitan, buku-buku,  dan &#13;
jurnal-jurnal yang berhubungan dengan objek yang akan diteliti.&#13;
Hasil  penelitian  adalah  Dalam masyarakat Aceh Besar nikah liar terjadi &#13;
dalam dua bentuk :  pertama,  aqad  nikah itu tidak didaftarkan dan tidak dicatatkan &#13;
ke KUA oleh kedua calon pengantin atau oleh orang tuanya, tetapi dalam &#13;
pelaksanaan prosesi pernikahan tetap meniti dan mempedomani hukum &#13;
munakahat  Islam.  Kedua  Nikah yang dilakukan tanpa menghadirkan wali karena &#13;
wali di pihak perempuan memang tidak setuju. Pernikahan jenis ini biasanya &#13;
lebih karena ingin memuaskan nafsu belaka, tanpa mengindahkan ketentuan -&#13;
ketentuan syariat. Adakalanya nikah yang dilakukan tanpa menghadirkan wali &#13;
karena wali nasab tidak diberi tahu, wali nasab tidak dihadirkan karena takut tidak &#13;
memberi izin dan persetujuan atau wali nasab  adhal  (enggan untuk menikahkan). &#13;
Nikah pada  qadli  liar dapat disimpulkan sebagai nikah tanpa wali, nikah tanpa &#13;
saksi, nikah yang tidak memenuhi  syurut an-nikah (syarat-syarat nikah) dan tidak &#13;
memenuhi arkan an-nikah (rukun-rukun nikah) serta tidak tercatat di KUA. Nikah &#13;
demikian hukumnya tidak sah, baik dari sisi  syar’i  maupun dari peraturan &#13;
perundang-undangan di Indonesia.  Faktor penyebab pernikahan melalui  qadhi  liar &#13;
di wilayah hukum Kabupaten Aceh Besar yaitu: Pertama, faktor ekonomidiantaranya karena biaya administrasi pencatatan nikah, kedua faktor  kehamilan&#13;
diluar nikah, ketiga kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang &#13;
pencatatan pernikahan, keempat  selingkuh yang berkepanjangan, kelima tidak &#13;
mendapatkan izin untuk melakukan poligami, keenam tidak memiliki wali, &#13;
ketujuh menghindari prosedur  administrasi, kedelapan menghindari perzinahan. &#13;
Selain itu,  keberadaan daerah Aceh sebagai  bekas wilayah  konflik juga menjadi &#13;
faktor  lain  yang membuat  sebagian  pasangan tersebut menikah  melalui  qadhi  liar.&#13;
Dan  Akibat hukum dari pernikahan menggunakan jasa  qadhi  liar tidak sah. &#13;
Terdapat beberapa hal yang membuat pernikahan menggunakan jasa  qadhi  liar &#13;
tidak sah yaitu tidak terpenuhinya rukun nikah dan syarat -syarat perkawinan.&#13;
Disarankan kepada Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar dan lembaga &#13;
terkait untuk  meningkatkan  sosialisasi  tentang  akibat hukum pernikahan melalui &#13;
jasa  qadhi  liar. Aparat penegak  hukum  agar  menindak tegas oknum-oknum yang &#13;
memberikan jasa qadhi liar dan tidak memberikan celah hukum bagi pelaku qadhi&#13;
liar  dan pasangan yang melakukan pernikahan menggunakan jasa  qadhi  liar.  Dan &#13;
disarankan kepada setiap KUA untuk  mendata kembali pasangan-pasangan yang &#13;
telah melakukan pernikahan  dengan jasa qadhi liar untuk dinikahkan kembali agar &#13;
sah secara agama dan secara negara sehingga tidak menjadi kemud haratan&#13;
Kata Kunci : Akibat Hukum, Pernikahan dan Qadhi Liar</note>
 <subject authority="">
  <topic>MARRIAGE - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MARITAL RIGHTS</topic>
 </subject>
 <classification>346.016 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>31533</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-05-20 13:50:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-14 15:09:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>