Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA ASAL PAPUA YANG MENGIKUTI PROGRAM AFIRMASI DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Pengarang
Rahmadi Pribadi Muclis - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1206101010004
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata kunci: Interaksi Sosial, Mahasiswa Papua, Afirmasi, Universitas Syiah Kuala.
Penelitian ini tentang interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala, dengan rumusan masalah (1) bagaimana interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dan (2) apa faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) bentuk interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dan (2) faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian ini mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 42 orang. Pengambilan informan dipilih secara purposive yang berjumlah 10 orang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan pengolahan data menggunakan analisis kualitatif, data yang telah dikumpulkan di reduksi, dilanjutkan dengan penyajian data lalu diverifikasi dan dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) interaksi sosial mahasiswa asal Papua dilakukan dengan cara mengambil peran orang lain tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri dan (2) faktor pendukungnya ialah sikap toleransi dan faktor penghambatnya ialah perbedaan bahasa dan cara pandang. Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa (1) interaksi sosial mahasiswa asal Papua dilakukan dalam bentuk: imitasi yaitu: meniru atau mengambil peran orang lain tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri (2) faktor pendukung interaksi sosial: sikap toleransi, dan faktor penghambat interaksi sosial: perbedaan bahasa dan cara pandang. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dapat dilanjutkan oleh peneliti lain sehingga dapat terungkap hal yang belum terungkap dalam penelitian ini umpamanya strategi interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala.
ABSTRAK
Kata kunci: Interaksi Sosial, Mahasiswa Papua, Afirmasi, Universitas Syiah Kuala.
Penelitian ini tentang interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala, dengan rumusan masalah (1) bagaimana interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dan (2) apa faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) bentuk interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dan (2) faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian ini mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 42 orang. Pengambilan informan dipilih secara purposive yang berjumlah 10 orang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan pengolahan data menggunakan analisis kualitatif, data yang telah dikumpulkan di reduksi, dilanjutkan dengan penyajian data lalu diverifikasi dan dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) interaksi sosial mahasiswa asal Papua dilakukan dengan cara mengambil peran orang lain tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri dan (2) faktor pendukungnya ialah sikap toleransi dan faktor penghambatnya ialah perbedaan bahasa dan cara pandang. Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa (1) interaksi sosial mahasiswa asal Papua dilakukan dalam bentuk: imitasi yaitu: meniru atau mengambil peran orang lain tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri (2) faktor pendukung interaksi sosial: sikap toleransi, dan faktor penghambat interaksi sosial: perbedaan bahasa dan cara pandang. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dapat dilanjutkan oleh peneliti lain sehingga dapat terungkap hal yang belum terungkap dalam penelitian ini umpamanya strategi interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala.
ABSTRAK
Kata kunci: Interaksi Sosial, Mahasiswa Papua, Afirmasi, Universitas Syiah Kuala.
Penelitian ini tentang interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala, dengan rumusan masalah (1) bagaimana interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dan (2) apa faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) bentuk interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dan (2) faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian ini mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 42 orang. Pengambilan informan dipilih secara purposive yang berjumlah 10 orang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan pengolahan data menggunakan analisis kualitatif, data yang telah dikumpulkan di reduksi, dilanjutkan dengan penyajian data lalu diverifikasi dan dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) interaksi sosial mahasiswa asal Papua dilakukan dengan cara mengambil peran orang lain tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri dan (2) faktor pendukungnya ialah sikap toleransi dan faktor penghambatnya ialah perbedaan bahasa dan cara pandang. Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa (1) interaksi sosial mahasiswa asal Papua dilakukan dalam bentuk: imitasi yaitu: meniru atau mengambil peran orang lain tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri (2) faktor pendukung interaksi sosial: sikap toleransi, dan faktor penghambat interaksi sosial: perbedaan bahasa dan cara pandang. Disarankan penelitian yang berhubungan dengan mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala dapat dilanjutkan oleh peneliti lain sehingga dapat terungkap hal yang belum terungkap dalam penelitian ini umpamanya strategi interaksi sosial mahasiswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi di Universitas Syiah Kuala.
Tidak Tersedia Deskripsi
PROSES ADAPTASI MAHASISWA AFIRMASI PAPUA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Sutrisno, 2021)
ADAPTASI SOSIAL MAHASISWA ASAL PAPUA DENGAN MAHASISWA LOKAL DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Miswar Efendi, 2016)
ADAPTASI SOSIAL MAHASISWA PAPUA DI ACEH (Yusuf Wonggor, 2023)
STRATEGI ADAPTASI TERHADAP CULTURE SHOCK PADARNMAHASISWA PAPUAYANG MENEMPUH PENDIDIKAN RNDI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Gina Sonia Sihombing, 2015)
POLA INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA LUAR ACEH DAN MAHASISWA ACEH DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Hajiah, 2018)