ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM TRANSAKSI JUAL BELI PADA PEKAN MINGGU DI KOTAFAJAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM TRANSAKSI JUAL BELI PADA PEKAN MINGGU DI KOTAFAJAR


Pengarang

Mega Srivilja - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1106102010017

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata kunci: bentuk alih kode, bentuk campur kode
Penelitian ini berjudul “Alih Kode dan Campur Kode dalam Transaksi Jual Beli pada
Pekan Minggu di Kotafajar”. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk alih
kode dan campur kode dalam transaksi jual beli pada Pekan Minggu di Kotafajar.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode dalam
transaksi jual beli pada Pekan Minggu di Kotafajar. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan
teknik bebas libat cakap, teknik pengamatan, teknik catat, dan teknik rekam. Teknik
analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Lokasi penelitian di Pekan
Minggu Kotafajar dan sumber data penelitian ini adalah pedagang dan pembeli di Pekan
Minggu Kotafajar yang menggunakan bahasa Aceh (BA), bahasa Kluet (BK), dan
bahasa Jamèe (BJ). Data dalam penelitian ini adalah tuturan dari sumber data. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode terjadi dalam BA dengan
BJ; BA dengan BK; dan BJ dengan BK. Bentuk alih kode dalam penelitian ini yaitu
berbentuk alih bahasa, yaitu BA dengan BJ, BA dengan BK, dan BJ dengan BK.
Campur kode berbentuk (a) penyisipan unsur-unsur yang berbentuk kata (tumpuk, galoh,
hargo e, we, rayek, merong, Dak, dan ujo; (b) Penyisipan unsur-unsur yang berbentuk
frasa saratuih duo puluh, limo ribu, nam plôh, Etek singgah Tek, begidi saudaro dan
minggu likot; dan (c) penyisipan unsur-unsur yang berbentuk reduplikasi meputor-putor,
selong-selongi, dan lipik-lipik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK