BENTUK SILATURAHMI SOSIAL DALAM MASYARAKAT RONGA-RONGA KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BENTUK SILATURAHMI SOSIAL DALAM MASYARAKAT RONGA-RONGA KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Wahyudi Darma - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1106101010034

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

363.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kata kunci : Bentuk Silaturahmi, Masyarakat Ronga-Ronga
Penelitian ini berjudul: “Bentuk Silaturahmi Sosial Dalam Masyarakat Ronga-Ronga Kabupaten Bener Meriah”. Bentuk silaturahmi yang ada di dalam masyarakat Gayo di desa Ronga-Ronga Kabupaten Bener Meriah yaitu Mango yang merupakan salah satu adat yang dapat menjalinkan persaudaran yang begitu dekat yang telah lama ada sampai dengan sekarang, yang di artikan Merai Secara Hormat (Mendatangi Secara Terhormat/ Mengundang) secara tatap muka. Namun saat ini Mango sudah mulai terdapat perubahan dalam tata cara penyampaiannya kepada masyarakat, yang di sebabkan oleh Teknologi Hanphone. (1). Bagaimana bentuk silaturahmi sosial Mango dalam masyarakat Ronga-Ronga Kabupaten Bener Meriah?. (2). Apa saja upaya yang di lakukan untuk menjaga silaturrahmi sosial Mango dalam masyarakat Ronga-Ronga Kabupaten Bener Meriah?. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif sedangkan pengumpulan data utama di lakukan dengan jenis wawancara dan subjek dalam penelitian ini adalah 10 (sepuluh) orang. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa bentuk silaturahmi Mango dalam masyarakat Gayo terutama di desa Ronga-Ronga Kabupaten Bener Meriah masih di laksanakan namu tidak di lakukan seperti halnya dahulu secara langsung secara tatap muka, terdapat perubahan yang di lakukan dalam tatacara Mango mengunakan Teknologi Handphone, masyarakat mengunakan Handpone dalam melaksanakan Mango di desa Ronga-Ronga yang tidak secara langsung bertatap muka, masyarakat juga mengunakan Mango melalui Teknologi Handpone dalam keadaan dekat rumah perrumah dan istilah dan nilai-nilai mango tidak di gunakan dalam Mango melalui Teknologi Handphne tersebut. Mango mengunakan Teknologi Handphone yaitu masyarakat berada dalam kejauhhan dengan masyarakat lain dan dan nilai-nilai adat Mango harus di cantumkan dalam Teknologi Handpone. Saran dalam penelitian ini adalah Mango salah satu adat yang dapat mempererat persaudaraan, agar selalu di jaga dan di lestarikan, masyarakat dan pragenerasi muda agar dapat mempelajari adat istiadat warisan leluhur, selain itu para tokoh adat juga harus menjadi panutan bagi masyarakat.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK