<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3144">
 <titleInfo>
  <title>Pusat Pedagang Kaki Lima di Kawasan Darussalam, Banda Aceh</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fely Komul</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
PUSAT PEDAGANG KAKI LIMA&#13;
DI KAWASAN DARUSSALAM, BANDA ACEH&#13;
Oleh :&#13;
FELY KOMUL&#13;
0704104010026&#13;
&#13;
Pusat Pedagang Kaki Lima di Kawasan Darussalam, Banda Aceh adalah suatu penyelesaian dalam menanggapi permasalahan ruang publik kota di Kawasan Darussalam yang tercemar akibat para PKL liar. Akibat permasalahan ini, Kawasan Darussalam yang dikenal sebagai pusat pedidikan ternama di Nanggroe Aceh Darussalam  nyaris saja kehilangan citranya. Maraknya para PKL liar di seputaran Simpang Galon hingga Lapangan Tugu membuat kawasan ini menjadi tidak tertib, kotor, dan kumuh.&#13;
Pedagang kaki lima (PKL) atau pedagang sektor informal pada umumnya adalah berasal dari golongan pedagang yang hanya memiliki modal usaha kecil, sarana operasional dagangnya masih sederhana, dan cenderung berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Pemahaman pada kondisi seperti ini penting diperhatikan dalam menyelesaikan penataan PKL yang efektif dan manusiawi.&#13;
Penataan pedagang kaki lima erat pula kaitannya dengan sistem tata kota suatu kawasan. Suatu kawasan dikenal baik apabila di dalamnya mampu mencerminkan identitas sebenarnya dari kawasan tersebut. Konteks lokal, sosial budaya, ekonomi yang diterangkan dalam Teori Place menjadi faktor penting dalam pembentukkan identitas suatu kawasan. Selain itu, kondisi ini juga turut mempengaruhi perkembangan kota yang mensejahterakan masyarakatnya.&#13;
Dengan mempertimbangkan konteks lokal dan karakter PKL tersebut, diharapkan kehadiran Pusat PKL ini tidak hanya sekedar sebagai wadah untuk tempat berdagang PKL, tetapi juga mencakup siklus aktivitas utama masyarakat di dalamnya dan menjadi saksi bisu perkembangan kawasan setempat. &#13;
	&#13;
Kata kunci :  Pusat Pedagang Kaki Lima, Darussalam, Aceh, Teori Place, Urban Park.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMERCIAL-ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RETAIL</topic>
 </subject>
 <classification>725.21</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>3144</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-01-08 16:38:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-02-26 10:05:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>