<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="31000">
 <titleInfo>
  <title>DAYA HAMBAT KEFIR DENGAN PENAMBAHAN MADU TERHADAP BAKTERI ENTEROTOKSIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Hasanah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Susu merupakan bahan pangan yang memiliki nilai gizi tinggi. Nilai gizi tinggi pada susu menjadi  media yang disukai oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan dan perkembangannya.  Penanganan susu salah satunya adalah pengolahan dan pengawetan berupa fermentasi susu menjadi kefir. Penelitian ini sebelumnya menginformasikan bahwa  kefir merupakan salah satu produk susu fermentasi yang memiliki rasa spesifik hasil dari fermentasi bakteri asam laktat dan khamir dengan penambahan madu sebagai bahan bernustrisi bergizi tinggi karena madu mengandung protein, vitamin, mineral, asam organik yang mengandung senyawa antimikrobia yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri enterotoksin. Dalam penelitian ini akan diuji Total Plate Count, uji hambat dan  sineresis terhadap kefir dengan penambahan madu dalam menghambat bakteri enterotoksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat kefir dengan penambahan madu terhadap bakteri enterotoksin.&#13;
	Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor A merupakan persentase starter kefir terdiri dari dua taraf (a1) 2,5 persen dan (a2) 5 persen. Faktor B (madu) merupakan persentase penambahan madu terdiri dari tiga taraf (b1) 0 persen, (b2) 4 persen, dan  (b3) 8 persen. Penelitian pendahuluan berupa pengamatan terhadap populasi bakteri asam laktat (BAL) dan khamir pada grain kefir yang digunakan dengan menggunakan media selektif masing-masing berupa deMan Rogosa Sharpe Agar  (MRSA) dan Potatoe Dextrose Agar (PDA).  Pengamatan utama dilakukan terhadap  uji total mikroba dihitung dengan menggunakan metode hitungan cawan, uji hambat dengan menggunakan metode difusi sumur dan sineresis menggunakan metode Harwalkar dan Kalab.&#13;
Hasil pengamatan pada uji pendahuluan diperoleh nilai masing-masing dari populasi BAL dan  khamir grain  kefir sebesar 1,48 x108 CFU/ml dan 7,7  x105 CFU/ml. Nilai ini telah sesuai dengan standar CODEX 234 tahun 2003 dimana populasi BAL dan khamir sebesar 107 CFU/ml dan 104 CFU/ml.  Hasil pengamatan dari penelitian utama memperlihatkan pengaruh penambahan madu dan konsentrasi starter  dari total mikroba tertinggi berbeda sangat nyata  pada penambahan madu sebesar 8% dengan konsentrasi starter kefir 5 persen  sebesar 8.37 log CFU/ml-1. Nilai sineresis terbaik diperoleh pada penambahan madu 8 persen  dengan konsentrasi starter 5 persen. Secara statistik nilai uji hambat terhadap bakteri enterotoksin tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata, nilai tertinggi diperoleh pada penambahan madu sebesar 8 persen  dan konsentrasi starter 5 persen  dengan nilai rerata 6.2 mm. Disimpulkan pada penggunaan persentase starter  5 persen  dan 8 persen madu  produk kefir mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri enterotoksin terbaik dibandingkan perlakuan lainnya&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>BAKTERI ENTEROTOKSIN</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>31000</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-04 15:01:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-05-18 09:31:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>