<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="30963">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN ENZIM PAPAIN DAN DOSIS OPTIMUMNYA DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BETOK (ANABAS TESTUDINEUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Iqbal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian enzim papain dan &#13;
dosis optimum dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan &#13;
betok (Anabas testudineus). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akuatik &#13;
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala pada bulan Januari hingga &#13;
Maret 2016. Penelitian terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang &#13;
diuji adalah perbedaan dosis papain dalam pakan, yaitu 0%, 2,00%, 2,25%, 2,50%, &#13;
2,75% dan 3,00%. Ikan diberi pakan dua kali sehari sebanyak 5% dari biomassa &#13;
selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot berkisar &#13;
antara 2,41 - 7,37g, pertambahan panjang mutlak berkisar antara 0,67 cm - 3,17 cm, &#13;
laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 1,46% - 3,41% perhari, laju pertumbuhan &#13;
harian berkisar antara 0,04 g - 0,13 g/hari, rasio konversi pakan berkisar antara 1,94 - &#13;
3,59, efesiensi pakan berkisar antara 27,99% - 51,37%, retensi protein berkisar antara &#13;
3,38% - 28,28%, ketercernaan protein berkisar antara 50,63% -90,38% dan &#13;
kelangsungan hidup berkisar antara 88,89% - 100 %. Nilai tertinggi untuk semua &#13;
parameter dijumpai pada perlakuan 3,0% enzim papain/kg pakan. Hasil uji ANOVA &#13;
menunjukkan bahwa penambahan enzim papain dalam pakan berpengaruh nyata &#13;
terhadap pertambahan bobot mutlak, pertumbuhan panjang, laju pertumbuhan harian, &#13;
laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efesiensi pakan, retensi protein, &#13;
ketercernaan protein dan kelangsungan hidup benih betok (Anabas testudieus). Dosis &#13;
papain terbaik pada penelitian ini adalah 3,0%. &#13;
Kata kunci : Ikan betok (Anabas testudieus), Enzim papain, pertumbuhan dan &#13;
kelangsungan hidup.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FEEDS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GROUPERS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>30963</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-04 09:54:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-05-17 09:50:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>