<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="30933">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP MUTU KOPI ARABIKA GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kaswindi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mutu kopi bisa ditingkatkan dengan salah satu proses  penanganan pasca panen yang sangat penting yaitu proses penyangraian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyangraian terhadap mutu kopi arabika gayo. &#13;
Penelitian ini menggunakan biji kopi arabika yang berasal dari Desa Buntul Kemumu, Kelurahan Gelampang Wih Tenang Uken, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah yang sudah siap untuk disangrai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan variasi suhu penyangraian 160?, 170? dan 180? dengan lama penyangraian 15 menit, 20 menit dan 25 menit. Analisa data dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Parameter analisis meliputi rendemen, kadar air, keasaman (pH), kafein dan dilakukan uji organoleptik terhadap 25 orang panelis.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mutu kopi arabika gayo yaitu rendemen, kadar air dan keasaman (pH) dipengaruh oleh suhu dan lama penyangraian. Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan suhu 160? dengan lama penyangraian 15 menit yaitu 85,2% sedangkan yang terendah suhu 180? dengan lama penyangraian 25 menit yaitu 74,8%. Kadar air pada kopi arabika gayo memenuhi standar SNI yaitu maksimal 7%, kecuali pada perlakuan suhu 160?C dengan lama penyangraian 15 menit yaitu 7,14% . Keasaman (pH) tertinggi diperoleh pada suhu 180?C dengan lama penyangraian 25 menit yaitu 5,91. Kadar kafein kopi arabika gayo meningkat dengan semakin tinggi suhu dan lama penyangraian. Berdasarkan uji organoleptik menunjukkan bahwa kopi arabika gayo yang paling disukai panelis adalah kopi yang mendapat perlakuan suhu penyangraian 170?C dengan lama penyangraian 25 menit.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>30933</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-03 20:57:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-04-04 14:56:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>